Pati, suarakabar.co.id – Ketegangan sempat terjadi dalam audiensi Komisi A DPRD Pati bersama masyarakat Desa Dengkek terkait dugaan penyimpangan APBDes yang sebelumnya menimbulkan polemik. Salah satu anggota Komisi A, Suharmanto dari Fraksi Demokrat, melontarkan kritik keras kepada Kepala Desa Dengkek sebagai bentuk kekecewaannya terhadap kasus tersebut.
Dalam forum tersebut, Suharmanto menyampaikan bahwa kasus penyelewengan anggaran desa sebesar ratusan juta rupiah ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng marwah para mantan kepala desa yang selama ini menjaga integritas dalam memimpin.
“Saya, Pak Karwito, Pak Danu itu dulu kepala desa. Dan istri saya dengan istri Pak Karwito sekarang pun kepala desa. Melihat kejadian ini, kami malu, Pak. Tolonglah jangan dilakukan hal seperti itu. Jenengan punya anak dan istri, ya Pak,” tegas Suharmanto dalam nada tinggi.
Ia menambahkan bahwa seharusnya setiap kebijakan desa dibicarakan bersama masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan maupun konflik di kemudian hari.
“Yang kedua, semua masyarakat itu diajak berunding, diajak berembuk. Supaya jenengan dalam bekerja itu enak,ˮ lanjutnya.
Pernyataan tegas Suharmanto ini menjadi salah satu sorotan dalam audiensi yang dihadiri berbagai pihak, termasuk perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Dengkek Bersatu. Komisi A berharap kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pemerintah desa di Kabupaten Pati agar mengedepankan transparansi dan musyawarah dalam setiap pengelolaan anggaran.
(ADV)










