Talut Sungai Ambrol di Perumahan Watu Kebo Raya, Warga Panik dan Kendaraan Terjebak

banner 728x60

PATI – Talut sungai di kawasan Perumahan Watu Kebo Raya, Desa Metaraman, RT 1 RW 1, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, ambrol pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah setempat, mengakibatkan bangunan talut sepanjang kurang lebih 20 meter dengan tinggi 4 meter runtuh ke badan sungai.

Ambrolnya talut membuat sejumlah warga panik, terutama mereka yang rumahnya berada tepat di bibir talut yang longsor. Budi, salah satu warga sekaligus pemilik rumah di perumahan tersebut, menceritakan situasi mencekam saat kejadian.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Ya, Jumat siang itu kan hujan lebat terus, Mas. Nah, itu langsung Mas yang rumah situ tuh minta tolong. Tiba-tiba ini ambruk. Mobilnya kan mau terjun itu juga, sama istrinya dibantu itu. Langsung warga setempat ke sini semua. Bisa didorong, diganjel itu langsung. Yang belakang udah mepet itu,” ujarnya saat ditemui pada Senin (24/11/2025).

Budi menambahkan bahwa longsor terjadi secara bertahap dari bagian tengah talut. Ia mengungkapkan, beberapa hari sebelumnya talut sudah menunjukkan tanda kerusakan.

“Sebelumnya ada yang tergerus. Baru diperbarui tiga hari sebelum hujan-hujan, kan udah lubang-lubang ditembel. Itu langsung Jumatnya malah longsor. Bolong, retak,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sekitar 20 rumah berada di kawasan perumahan tersebut yang berdiri sejak 2020, sebagian berada dekat tebing talut. Dalam kondisi tertentu, warga khawatir kejadian lebih parah dapat terjadi pada malam hari.

“Kalau malam gelap, nggak ada penerangan. Mobil saya nggak bisa keluar, ini di dalam rumah terus,” tambahnya.

Ketua RT 1 RW 1 Desa Metaraman Narwi membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pihak desa serta pengembang sudah mengetahui kondisi talut ambrol.

“Pihak desa sudah tahu dari Pak Carik, Kepala Dusun, Kepala Desa juga sudah tahu. Pihak pengembang sudah ke sini, katanya segera diperbaiki. Dari sini kurang lebih ada 17 rumah yang terdampak. Ini kejadian pertama, dulu waktu bikin sudah kena banjir, dan ini terjadi lagi,” ungkapnya.

Warga berharap perbaikan dapat dilakukan secepatnya mengingat talut tersebut menjadi penahan utama tebing sungai yang berdekatan langsung dengan rumah-rumah warga. Selain itu, akses jalan yang terbatas membuat mobilitas warga semakin terganggu setelah kejadian ambrol tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *