Permukiman dan Jalan Terendam, Banjir Genangi Desa Glonggong

banner 728x60

PATI – Banjir melanda jalan alternatif Pati–Rembang tepatnya di Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Minggu (11/1/2026). Genangan air menutup ruas jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer, dengan titik terparah berada di wilayah Desa Glonggong.

Salah seorang warga setempat, Rifi, mengatakan banjir mulai datang sekitar pukul 11.30 WIB. Hingga siang hari, ketinggian air di badan jalan mencapai sekitar 50 sentimeter, sementara di permukiman warga berkisar antara 70 sentimeter hingga satu meter.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Banjir datang setengah 12 siang. Ketinggian 50 sentimeter di jalan, di permukiman ini 70 sentimeter sampai satu meter sampai masuk ke kampung, semua warga kena,” ujar Rifi saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi disertai meluapnya debit air dari hulu ke hilir, sehingga air menggenangi jalan dan rumah warga. Kondisi tersebut berdampak pada lumpuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, mengingat kawasan itu merupakan pusat kegiatan warga dengan keberadaan pasar, bengkel, dan sejumlah warung.

“Jualan di pasar, bengkel motor, toko pada tutup,” terangnya.

Hal senada disampaikan Rubinah, seorang pedagang mi ayam yang biasa berjualan di pinggir jalan tersebut. Ia mengaku terpaksa menutup usahanya karena banjir membuat akses terputus dan lapaknya terendam air.

“Ndak bisa jualan karena banjir. Kalau ramai bisa habis 2 kilogram mi ayam, kalau sepi gak sampai 1 kilogram,” tuturnya.

Rubinah menambahkan, banjir tidak hanya merendam warungnya, tetapi juga masuk ke dalam rumahnya. Kondisi itu membuatnya merasa sedih karena tempat tinggal sekaligus sumber penghidupannya terdampak genangan.

“Buka sore sampai malam, apalagi di sini pasar, jadinya jualan sampai fajar. Jualan mi, bakso, kopi, es,” sebutnya.

“Rumah kena banjir, depan rumah masuk ke latar sampai satu tekel. Ketinggian 20 sentimeter masuk, kalau warungnya kemasukan air 10 sentimeter,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap air segera surut agar aktivitas dan perekonomian dapat kembali berjalan normal. Aparat setempat dilaporkan terus memantau perkembangan kondisi banjir di wilayah tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *