Gubernur Jateng Tinjau Banjir di Desa Banjarsari Gabus Pati

banner 728x60

PATI – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung kondisi banjir yang melanda Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa (13/1/2026) sore. Kunjungan tersebut menjadi agenda terakhir setelah sebelumnya Gubernur meninjau wilayah terdampak banjir di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.

Kehadiran Gubernur Ahmad Luthfi bertujuan memastikan penanganan bencana berjalan optimal serta bantuan bagi warga terdampak banjir tersalurkan dengan baik. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Bupati Pati, Wakil Bupati Pati, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kapolresta Pati, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Di titik terakhir ini, yakni Kabupaten Pati, kami memastikan masyarakat tetap kita perhatikan. Bantuan kebutuhan pokok sudah kita salurkan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas, terutama anak-anak sekolah dan kebutuhan sehari-hari,” ujar Ahmad Luthfi.

Berbagai bentuk bantuan disalurkan kepada warga terdampak banjir, mulai dari bantuan langsung, paket sembako, layanan kesehatan, hingga obat-obatan. Bantuan tersebut disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pati.

Menurut Ahmad Luthfi, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan dampak banjir dapat diminimalkan, sehingga aktivitas dan kehidupan warga tetap dapat berjalan seperti biasa.

Sementara itu, Kepala Desa Banjarsari menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Silugonggo serta tingginya aliran air dari wilayah pegunungan di sekitar desa. Kondisi tersebut memicu banjir lumpur dengan sedimentasi tinggi sehingga air sungai mudah meluap ke permukiman warga.

“Air masuk ke perkampungan karena curah hujan yang sangat tinggi. Rumah terdampak sebanyak 135 unit, dengan 673 jiwa dari total 876 kepala keluarga,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketinggian air di dalam rumah warga rata-rata mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Meski demikian, tidak ada warga yang mengungsi karena sebagian besar memilih tetap bertahan di rumah untuk menjaga hewan ternak mereka.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *