Pati, infobaroe.com – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati diharapkan mampu menjadi solusi atas dua masalah sekaligus: stunting dan kemiskinan petani. Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto, secara tegas mendorong agar setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di wilayah Pati mengutamakan pembelian bahan baku dari petani setempat.
Tanto menilai, dengan HPP yang kompetitif yakni Rp6.500 per kilogram, tidak ada alasan bagi SPPG untuk mencari pasokan dari luar daerah jika stok di Pati mencukupi. Hal ini selaras dengan semangat kemandirian pangan yang terus didengungkan. Program ini harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan, mulai dari anak sekolah yang mendapatkan gizi hingga petani yang mendapatkan keuntungan layak dari hasil keringatnya.
Ia pun menggarisbawahi komitmennya dalam membantu alur distribusi pangan ini agar tidak terlambat sampai ke meja makan sasaran. “Kami siap membantu proses pengolahan (padi) menjadi beras yang bakal langsung dikirim ke SPPG terdekat agar keburu gizi anak-anak tercukupi,” tuturnya. Kolaborasi yang apik dengan TNI, Polri, dan Bulog menjadi pondasi utama agar pengawasan harga di lapangan tetap terjaga dan tidak ada oknum yang bermain di tengah jalan.
(ADV)




