PATI, infobaroe.com – Penyampaian aspirasi ratusan peternak ayam dan telur di depan Pendopo Kabupaten Pati dinilai dapat menjadi titik awal untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang selama ini membebani sektor peternakan.
Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Demokrat, Mukit, mengatakan aksi tersebut memberikan gambaran langsung mengenai kondisi yang dihadapi peternak. Menurutnya, suara pelaku usaha di lapangan perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan.
Mukit yang turut mendampingi jalannya aksi menilai keberanian peternak menyampaikan persoalan secara terbuka patut diapresiasi. Aspirasi tersebut, kata dia, dapat melengkapi informasi administratif yang selama ini menjadi bahan pemerintah dalam mengambil keputusan.
“Justru dari aksi seperti ini kita bisa mengetahui secara langsung apa yang dirasakan peternak. Ini harus menjadi bahan evaluasi agar persoalan mereka tidak terus berulang,” ujar Mukit.
Ia menjelaskan, tekanan yang dirasakan peternak tidak hanya disebabkan oleh fluktuasi harga telur maupun ayam. Keberlangsungan usaha juga dipengaruhi oleh biaya produksi, harga pakan, distribusi serta kemampuan pasar dalam menyerap hasil produksi.
Karena itu, Mukit mendorong agar penanganan sektor peternakan tidak bersifat reaktif ketika harga komoditas mengalami penurunan. Menurutnya, dibutuhkan pola kebijakan yang mampu memberikan kepastian bagi peternak dalam menjalankan usahanya.
“Yang kita butuhkan bukan hanya solusi ketika harga sedang jatuh. Harus ada pola penanganan yang membuat peternak punya kepastian dalam menjalankan usahanya,” katanya.
Mukit juga menekankan pentingnya membangun komunikasi secara berkelanjutan antara peternak, pemerintah daerah dan DPRD. Dengan jalur komunikasi yang terbuka, persoalan yang muncul dapat segera diidentifikasi dan ditentukan langkah penanganannya sesuai kewenangan.
Komisi B DPRD Pati, lanjutnya, siap ikut mengawal proses tindak lanjut aspirasi tersebut. Berbagai masukan yang disampaikan peternak akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah maupun instansi terkait.
“Kita jangan melihat aksi ini hanya sebagai bentuk protes. Ini adalah sinyal bahwa ada persoalan yang harus segera kita benahi. Setelah ini harus ada tindak lanjut yang konkret,” pungkasnya.
(ADV)




