Komisi B Pati Soroti Pemasaran Jeruk Pamelo, Minta Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

banner 728x60

PATI, infobaroe.com — Potensi jeruk Pamelo sebagai salah satu produk khas Kabupaten Pati dinilai masih membutuhkan penguatan dari sisi pemasaran. Produk yang memiliki keunggulan dari hasil pertanian tersebut didorong agar tidak hanya beredar di pasar lokal, tetapi mampu menjangkau konsumen di berbagai daerah.

Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Warsiti, mengatakan pemasaran menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan pengembangan sebuah komoditas.

“Produksi yang bagus harus diikuti pemasaran yang bagus. Jangan sampai petani sudah menghasilkan buah berkualitas, tetapi kesulitan mencari pasar,” ujar Warsiti.

Menurutnya, Pemkab Pati perlu membantu membangun jaringan pemasaran yang lebih luas bagi petani jeruk Pamelo. Salah satunya dengan mempertemukan kelompok tani dengan pelaku usaha, distributor, pusat oleh-oleh hingga jaringan ritel.

Warsiti juga menilai persoalan kemasan tidak boleh diabaikan. Jeruk Pamelo Pati perlu memiliki tampilan produk yang lebih menarik dan identitas yang mudah dikenali sehingga mampu meningkatkan daya tarik konsumen.

“Kalau ingin masuk pasar yang lebih luas, kemasan dan identitas produk harus diperhatikan. Konsumen sekarang tidak hanya melihat isi, tetapi juga bagaimana produk tersebut ditampilkan,” jelasnya.

Ia mendorong pemasaran digital turut dimanfaatkan untuk memperkenalkan jeruk Pamelo Pati. Platform perdagangan daring dan media sosial dapat menjadi sarana untuk mempertemukan petani dengan konsumen tanpa sepenuhnya bergantung pada jalur perdagangan konvensional.

Menurut Warsiti, strategi tersebut juga dapat membuka peluang pasar di luar Kabupaten Pati.

“Jangan hanya mengandalkan pembeli yang datang ke sentra produksi. Produk ini harus bisa dipasarkan keluar daerah. Teknologi digital bisa menjadi salah satu jalannya,” katanya.

Selain memperluas pasar, ia mengingatkan pentingnya menjaga kontinuitas pasokan. Menurutnya, pasar yang sudah terbentuk harus didukung dengan kemampuan petani menyediakan produk dalam jumlah dan kualitas yang relatif konsisten.

Warsiti berharap Pemkab dapat menyusun strategi pemasaran yang melibatkan berbagai pihak sehingga jeruk Pamelo memiliki jaringan distribusi yang lebih kuat.

“Kalau pasar sudah terbuka, petani juga akan lebih bersemangat meningkatkan produksi. Jadi antara produksi, kualitas, kemasan dan pemasaran harus berjalan bersama,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *