Sudi Rustanto Dorong Jeruk Pamelo Pati Dikembangkan Jadi Produk Olahan

banner 728x60

PATI, infobaroe.com — Potensi jeruk Pamelo di Kabupaten Pati dinilai masih dapat dikembangkan lebih jauh dengan mendorong pengolahan hasil panen menjadi berbagai produk turunan. Langkah tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal.

Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Sudi Rustanto, mengatakan pengembangan komoditas Pamelo sebaiknya tidak berhenti pada pemasaran buah segar. Menurutnya, sektor pengolahan dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

“Pamelo memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan. Jangan hanya mengandalkan penjualan buah segar, karena pengolahan bisa membuka kesempatan bagi UMKM untuk tumbuh,” ujar Sudi.

Ia menjelaskan, ketika hasil panen melimpah, sebagian buah dapat dialihkan menjadi produk seperti jus, sirup, manisan, selai dan berbagai olahan lainnya. Cara tersebut sekaligus dapat membantu menjaga nilai ekonomi hasil pertanian ketika pasokan buah segar di pasaran meningkat.

Menurut Sudi, pengembangan sektor hilir juga berpotensi menciptakan mata rantai ekonomi yang lebih luas. Petani dapat berperan sebagai penyedia bahan baku, sementara proses produksi, pengemasan hingga pemasaran melibatkan pelaku UMKM dan tenaga kerja lokal.

“Rantai ekonominya bisa lebih panjang. Ada petani yang menyediakan bahan baku, kemudian ada UMKM yang mengolah, tenaga kerja yang terlibat, sampai pelaku usaha yang memasarkan produknya,” jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Sudi meminta Pemkab Pati memberikan pendampingan kepada masyarakat maupun UMKM yang ingin mengembangkan usaha berbasis jeruk Pamelo. Pendampingan dapat mencakup teknik pengolahan, inovasi kemasan, legalitas usaha hingga strategi pemasaran.

Ia juga mengingatkan agar peningkatan jumlah produk diikuti dengan perhatian terhadap mutu dan keamanan pangan. Kualitas yang konsisten dinilai menjadi salah satu kunci agar produk olahan Pamelo mampu bersaing dan mendapatkan kepercayaan konsumen.

“Produk yang dihasilkan harus memiliki kualitas dan keamanan pangan yang baik. Kalau mutunya terjaga, peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas tentu semakin terbuka,” katanya.

Sudi berharap pengembangan produk turunan Pamelo dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Pati. Menurutnya, komoditas lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

“Potensi daerah harus bisa diubah menjadi peluang ekonomi. Harapannya, Pamelo tidak hanya dikenal sebagai buah khas Pati, tetapi juga mampu melahirkan beragam produk UMKM,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *