PATI, infobaroe.com – Kasus dugaan keracunan yang terjadi setelah siswa mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong menjadi peringatan penting terhadap penerapan standar keamanan pangan.
Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Maulana Adika Prastya, mengatakan program MBG tidak hanya berbicara mengenai kandungan gizi makanan, tetapi juga memastikan makanan tersebut aman dikonsumsi.
“Gizi penting, tetapi keamanan makanan juga tidak kalah penting. Jangan sampai makanan yang niatnya memenuhi kebutuhan gizi anak justru membuat anak-anak sakit,” ujar Maulana.
Ia mengatakan kejadian yang menimpa siswa di Gembong perlu dijadikan bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG.
Terlebih, dampaknya cukup besar dengan 269 anak mengalami keluhan, sedangkan 59 anak masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurutnya, setiap tahapan harus memiliki standar pengawasan yang jelas, termasuk kualitas bahan baku, kebersihan dapur, proses memasak hingga makanan sampai ke tangan siswa.
“Harus ada standar yang benar-benar dijalankan, bukan hanya tertulis di atas kertas. Pengawasan juga harus dilakukan secara konsisten,” katanya.
Maulana menegaskan pihaknya mendukung keberlanjutan program MBG selama perbaikan terhadap aspek keamanan pangan benar-benar dilakukan.
“Programnya tetap baik. Tetapi kejadian seperti ini jangan dianggap sepele. Ini harus menjadi pelajaran agar pelaksanaan ke depan lebih aman,” pungkasnya.
(ADV)




