Kasus MBG Gembong Disorot, Adhi Minta Penyebab Dipastikan Lewat Uji Laboratorium

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – Penelusuran penyebab dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong dinilai membutuhkan bukti ilmiah. DPRD Kabupaten Pati mendorong hasil pemeriksaan laboratorium dijadikan dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Adhi Pamungkas, menegaskan kondisi makanan secara kasatmata tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan untuk memastikan keamanan pangan.

Menurutnya, makanan yang tampak baik, baik dari segi bentuk maupun kondisi fisiknya, belum tentu terbebas dari faktor yang dapat membahayakan kesehatan. Karena itu, sampel makanan serta berbagai aspek yang berkaitan dengan penyediaannya perlu diperiksa secara menyeluruh.

“Kalau secara kasatmata makanan terlihat baik, itu belum bisa menjadi ukuran bahwa makanan tersebut aman. Harus ada pemeriksaan laboratorium supaya kita tahu penyebabnya,” ujar Adhi.

Ia menilai pemeriksaan menjadi semakin penting mengingat jumlah siswa yang mengalami keluhan cukup besar. Dari data yang ada, sebanyak 269 anak terdampak, dengan 59 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Adhi berharap hasil laboratorium nantinya dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai penyebab kejadian tersebut. Temuan itu juga diharapkan menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG, khususnya pada SPPG Gembong 01.

“Jangan sampai evaluasi hanya berdasarkan asumsi. Kita membutuhkan hasil pemeriksaan yang bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Selain memastikan penyebabnya, Adhi meminta proses evaluasi dilakukan secara terbuka. Transparansi dinilai penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas sekaligus mengetahui langkah perbaikan yang akan ditempuh pemerintah.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *