DPRD Pati Minta Desain Trotoar Panglima Sudirman Ramah Lansia dan Disabilitas

banner 728x60

PATI, infobaroe.com — Revitalisasi trotoar di Jalan Panglima Sudirman Kabupaten Pati diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan tampilan kawasan pusat kota. Penataan tersebut juga perlu diarahkan untuk menciptakan fasilitas pedestrian yang aman, nyaman, fungsional, sekaligus mendukung wajah perkotaan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra, Irianto Budi Utomo, mengatakan pembangunan ruang pedestrian harus dirancang dengan mempertimbangkan berbagai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, trotoar memiliki fungsi utama sebagai jalur pejalan kaki. Namun, apabila ditata secara baik, keberadaannya juga dapat memberikan nilai tambah terhadap kualitas ruang publik dan lingkungan perkotaan.

“Trotoar bukan hanya tempat orang berjalan. Kalau ditata dengan baik, kawasan ini juga bisa memperkuat wajah kota dan menjadi ruang publik yang nyaman,” ujar Irianto.

Ia menilai perencanaan kawasan pusat kota perlu memikirkan keberlanjutan setelah pembangunan selesai. Selain desain yang menarik, fasilitas pedestrian harus menggunakan konsep dan material yang memungkinkan perawatan dilakukan secara mudah sehingga tidak cepat mengalami kerusakan.

Irianto menegaskan, aspek keselamatan tetap harus menjadi dasar dalam setiap pembangunan fasilitas pedestrian. Kenyamanan masyarakat tidak boleh dikorbankan hanya demi mengejar tampilan kawasan.

“Yang harus dijaga adalah bagaimana masyarakat bisa berjalan dengan aman dan nyaman. Estetik penting, tetapi fungsi dan keselamatan tidak boleh ditinggalkan,” katanya.

Selain itu, ia meminta desain trotoar memperhatikan aksesibilitas bagi seluruh kelompok masyarakat. Fasilitas seperti jalur yang mudah diakses, ruang gerak yang memadai, serta elemen pendukung bagi lansia dan penyandang disabilitas perlu dipertimbangkan sejak awal.

“Kalau fasilitas publik dibangun, aksesnya harus bisa dinikmati semua masyarakat,” imbuhnya.

Menurut Irianto, revitalisasi Jalan Panglima Sudirman sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari penataan kawasan pusat Kota Pati secara menyeluruh. Dengan perencanaan yang terintegrasi, fasilitas yang dibangun diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan setelah proyek rampung. Menurutnya, kualitas kawasan tidak hanya ditentukan saat proses pembangunan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga fasilitas tersebut tetap berfungsi dengan baik.

“Jangan hanya bagus ketika selesai dibangun. Setelah itu juga harus ada pemeliharaan dan pengelolaan yang jelas,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *