PATI, infobaroe.com – Pembangunan trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, diminta tidak hanya mengutamakan tampilan, tetapi juga memastikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat. Aspek keamanan dan kenyamanan pengguna dinilai harus menjadi bagian utama dalam pengerjaan fasilitas pedestrian tersebut.
Anggota Komisi C DPRD Pati, Ulin Nuha, menyampaikan hal itu setelah mengikuti inspeksi mendadak (sidak) pembangunan trotoar bersama jajaran Komisi C, Selasa (6/10/2026).
Menurut Ulin, trotoar merupakan fasilitas publik yang digunakan oleh masyarakat dengan berbagai kondisi dan kebutuhan. Karena itu, perencanaannya perlu mempertimbangkan akses bagi semua kelompok pengguna.
Ia menekankan bahwa fasilitas pedestrian tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berjalan kaki dalam kondisi normal. Lansia, anak-anak, serta penyandang disabilitas juga harus dapat menggunakan trotoar dengan aman.
“Trotoar ini digunakan berbagai kalangan. Karena itu, lansia, anak-anak, maupun penyandang disabilitas harus mendapatkan akses yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Ulin juga menilai fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas perlu dirancang sebagai bagian dari konsep utama pembangunan. Menurutnya, fasilitas tersebut harus benar-benar dapat digunakan, bukan sekadar tersedia secara fisik.
“Jangan sampai fasilitasnya ada, tetapi ketika digunakan justru menyulitkan. Yang kami harapkan, akses tersebut benar-benar berfungsi dan memberikan kemudahan,” katanya.
Selain aksesibilitas, kondisi permukaan trotoar juga menjadi perhatian. Ulin meminta pengerjaan dilakukan dengan memperhatikan kerataan dan keamanan agar tidak menimbulkan risiko bagi pejalan kaki.
Hal tersebut dinilai penting mengingat Jalan Panglima Sudirman berada di kawasan perkotaan yang memiliki mobilitas masyarakat cukup tinggi.
“Permukaan trotoar harus dibuat nyaman dan aman. Jangan sampai ada bagian yang justru membuat orang mudah tersandung atau kesulitan saat berjalan,” jelasnya.
Ulin berharap berbagai catatan yang ditemukan selama sidak dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana. Menurutnya, proses pembangunan yang masih berlangsung menjadi kesempatan untuk melakukan perbaikan apabila terdapat bagian yang belum sesuai.
“Masih ada waktu untuk melakukan pembenahan. Kami berharap ketika pekerjaan selesai, seluruh bagian trotoar sudah sesuai dengan fungsi dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
(ADV)




