PATI, infobaroe.com – Peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dinilai perlu diperkuat dalam upaya mencegah meluasnya serangan hama tikus di lahan pertanian Kabupaten Pati.
Anggota Komisi B DPRD Pati, Warsiti, mengatakan PPL memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan petani dan mengetahui perkembangan kondisi pertanian di masing-masing wilayah.
Menurutnya, kedekatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun mekanisme pemantauan sejak munculnya tanda-tanda awal serangan hama. Dengan begitu, pemerintah dapat mengambil tindakan sebelum kerusakan tanaman semakin luas.
“PPL harus lebih aktif turun ke lapangan. Mereka bisa menjadi mata dan telinga pemerintah untuk mengetahui sejak awal kalau ada indikasi serangan hama di wilayah pertanian,” ujar Warsiti.
Ia menambahkan, tugas pendampingan tidak semestinya hanya dilakukan setelah tanaman petani mengalami kerusakan. PPL juga perlu mendorong langkah pencegahan melalui edukasi mengenai pola pengendalian hama yang tepat.
Warsiti juga meminta komunikasi antara PPL, kelompok tani dan Dinas Pertanian terus diperkuat. Informasi dari lapangan yang disampaikan secara cepat akan membantu pemerintah menentukan penanganan sesuai kondisi wilayah.
“Kalau informasi dari lapangan cepat diterima, penanganannya juga bisa lebih cepat. Jangan sampai menunggu kerusakan tanaman meluas,” jelasnya.
Ia berharap optimalisasi peran PPL dapat menjadi bagian dari strategi pengendalian hama yang berkelanjutan, sekaligus membantu petani menjaga produktivitas lahan dan hasil panen.
(ADV)




