GROBOGAN, infobaroe.com – Kemenangan Persipa Pati yang sudah di depan mata harus sirna setelah Persipur Purwodadi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-79. Dalam pertandingan uji coba di Stadion Krida Bhakti, Purwodadi, Rabu (21/10/2026) sore, kedua kesebelasan mengakhiri laga dengan skor 1-1.
Persipa sempat unggul lebih dahulu lewat aksi Dahnyl Tuka pada menit ke-53. Namun, Nuraji berhasil memanfaatkan peluang di depan gawang untuk menyamakan kedudukan dan memastikan Persipur terhindar dari kekalahan di kandang sendiri.
Sejak babak pertama dimulai, Persipa tampil menekan dengan mengandalkan permainan cepat. Tim asuhan Salahudin berupaya menguasai pertandingan melalui strategi high pressing, sementara Persipur berusaha membangun serangan sekaligus menjaga kedisiplinan di lini pertahanan.
Peluang demi peluang tercipta dalam 45 menit pertama. Frity Arman membuka ancaman bagi Persipa pada menit keenam melalui tendangan keras kaki kiri, tetapi bola masih menyamping dari gawang. Persipur membalas dua menit kemudian setelah memanfaatkan kesalahan pemain belakang Persipa. Beruntung, Arifin Setyadi mampu mengantisipasi ancaman tersebut.
Pada menit ke-16, M Rizal Amin melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, upayanya masih dapat dihentikan Ferdian, penjaga gawang Persipur yang musim sebelumnya memperkuat Persipa.
Tuan rumah nyaris mencetak gol pada menit ke-18, tetapi tendangan pemain depannya hanya mengenai mistar. Persipa kembali memperoleh kesempatan melalui Iqbal Al Ghuzat pada menit ke-38, meski tembakannya belum mampu menaklukkan Ferdian.
Menjelang turun minum, M Rizal Amin kembali menebar ancaman lewat tendangan salto pada menit ke-43. Satu menit berselang, ia kembali melepaskan tembakan keras yang lagi-lagi membentur mistar gawang. Hingga babak pertama berakhir, skor masih bertahan 0-0.
Selepas jeda, Persipa langsung melanjutkan tekanan. Iqbal Al Ghuzat mendapatkan peluang ketika babak kedua baru berjalan satu menit, tetapi tembakannya kembali berhasil diamankan Ferdian.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-53. Dahnyl Tuka berhasil memanfaatkan kelengahan pertahanan Persipur dengan menyelinap ke ruang kosong sebelum menuntaskan peluang secara tenang. Gol tersebut membawa Persipa memimpin 1-0.
Untuk memberikan kesempatan bermain kepada sejumlah pemain, Salahudin melakukan tiga pergantian sekaligus pada menit ke-58. Salah satu pemain yang diturunkan adalah Yohanes Yapagaimu, yang pada 2025 sempat mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-17.
Persipur kemudian meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Arifin Setyadi menjadi salah satu pemain penting bagi Persipa setelah menggagalkan tendangan bebas lawan pada menit ke-72 dan kembali melakukan penyelamatan satu menit kemudian.
Meski sempat mampu meredam serangan tuan rumah, Persipa akhirnya kehilangan keunggulan pada menit ke-79. Serangan cepat Persipur di dalam kotak penalti berhasil diselesaikan Nuraji untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah gol tersebut, kedua tim masih berusaha mencari peluang tambahan. Namun, tidak ada gol lain yang tercipta hingga pertandingan berakhir.
Pelatih Kepala Persipa Pati, Salahudin, mengapresiasi penampilan anak asuhnya, tetapi menilai masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi. Ia menekankan pentingnya menjaga kesabaran dan mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan maupun provokasi dari lawan.
“Secara keseluruhan, anak-anak sudah bermain cukup bagus. Namun, yang perlu digarisbawahi dari laga sore ini adalah agar lebih bisa sabar dan mengontrol emosi meski lawan memancing,” ujarnya seusai pertandingan.
Menurut Salahudin, rencana permainan yang telah disiapkan mampu diterapkan dengan baik pada awal laga. Akan tetapi, situasi pertandingan berubah setelah tim melakukan sejumlah pergantian pemain pada babak kedua.
“Awalnya game plan berjalan baik. Namun, saat kita mengganti banyak pemain di babak kedua, kemudian semua berubah,” kata mantan pelatih Persis Solo dan Persijap Jepara tersebut.
Di sisi lain, CEO Persipa Pati, Rafi Rizqullah Arifin, menilai pertandingan melawan Persipur memberikan pengalaman penting bagi timnya. Selain menjadi ajang menguji kemampuan pemain, laga tersebut juga membantu membangun kesiapan mental dalam menghadapi atmosfer kompetisi.
Rafi mengapresiasi Persipur yang telah memberikan perlawanan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada suporter Persipa yang hadir langsung di Purwodadi untuk memberikan dukungan.
“Tekanan dari suporter Persipur juga luar biasa. Ini jadi bekal berharga juga untuk tim di kompetisi nanti. Terima kasih juga suporter Persipa yang datang dan memberikan dukungan langsung di Purwodadi. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, para pemain Persipa telah menunjukkan kualitas permainan yang cukup baik. Meski begitu, kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi hal yang disayangkan dari hasil pertandingan tersebut.
“Anak-anak sudah menunjukkan kualitasnya. Namun, sayangnya kita kecolongan,” pungkas Rafi.
Hasil imbang ini menjadi bahan evaluasi bagi Persipa Pati untuk meningkatkan konsistensi permainan. Tim pelatih diharapkan dapat membenahi koordinasi pertahanan, menjaga konsentrasi hingga menit akhir, serta memastikan perubahan komposisi pemain tidak mengurangi keseimbangan permainan tim.




