PATI, suarakabar.co.id – Bupati Pati H. Sudewo, S.T., M.T. secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas sejumlah peristiwa yang menimbulkan kegaduhan belakangan ini di Kabupaten Pati. Pernyataan ini disampaikannya saat jumpa pers bersama awak media di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (7/8/2025).
Bupati Sudewo menyoroti beberapa isu yang tengah menjadi perhatian publik, antara lain kericuhan dalam penertiban penggalangan donasi oleh Satpol PP, aksi demonstrasi terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta pernyataannya yang dinilai menantang masyarakat.
Bupati Sudewo memulai penjelasannya dengan menanggapi polemik terkait penertiban penggalangan donasi yang dilakukan menjelang pelaksanaan Kirab Boyongan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke-702 dan HUT ke-80 Republik Indonesia.
“Kami tidak bermaksud melakukan perampasan barang-barang. Sama sekali tidak. Hanya ingin memindahkan agar tidak mengganggu jalannya kirab boyongan dan rangkaian acara 17 Agustus,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah penertiban tersebut dilakukan demi menjaga ketertiban dan kelancaran acara, bukan untuk menghambat kegiatan masyarakat.
Bupati juga menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang sempat viral dan dinilai menyinggung masyarakat.
“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan saya, ‘Lima ribu silakan, lima puluh ribu masa silakan.’ Saya tidak menantang rakyat, sama sekali tidak. Mosok rakyatku tak tantang,” tegasnya.
Terkait isu kenaikan PBB-P2 yang disebut mencapai 250 persen, Bupati menjelaskan bahwa angka tersebut adalah batas maksimal, bukan berlaku untuk semua wajib pajak.
“Itu hanya maksimal 250 persen. Yang kenaikannya di bawah 100 persen, bahkan di bawah 50 persen, justru jauh lebih banyak jumlahnya,” jelasnya.
Namun demikian, ia membuka ruang untuk melakukan evaluasi jika terdapat aspirasi masyarakat terkait besaran pajak tersebut.
“Kalau ada yang menuntut supaya yang sampai 250 persen itu diturunkan, tentu kita siap tinjau ulang,” tambahnya.
Sudewo juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, capaian pembayaran PBB sudah hampir menyentuh angka 50 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sudewo juga mengakui bahwa dirinya masih dalam tahap awal pemerintahan dan masih banyak hal yang harus dipelajari.
“Saya minta maaf, di awal pemerintahan saya ini, saya memang banyak kekurangan, banyak kelemahan. Maka saya akan mendengarkan segala masukan dari berbagai pihak,” katanya.
(ADV)










