Disdagperin Pati Pastikan Stok BBM Aman di Akhir Tahun

banner 728x60

PATI – Menjelang akhir tahun 2025, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati memfasilitasi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengajukan penambahan stok Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun demikian, tidak seluruh SPBU mendapatkan tambahan pasokan tersebut karena penyesuaiannya didasarkan pada tingkat kebutuhan konsumsi masyarakat di masing-masing wilayah.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagperin Kabupaten Pati, Indyah Tri Astuti, mengatakan bahwa penambahan stok BBM hanya diberikan kepada SPBU di titik-titik tertentu. Hal ini dilakukan demi menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Penambahan itu tergantung masing-masing SPBU, karena tidak semua mendapat tambahan. Disesuaikan dengan kebutuhan di tiap titik. Tidak semua dapat, hanya beberapa saja agar mobilitas masyarakat tetap lancar. Tambahannya juga tidak terlalu besar karena kuota semakin tipis dan ada kekhawatiran,” ujar Indyah kepada awak media, Selasa (23/12/2025).

Indyah menuturkan, meskipun terdapat penambahan pasokan BBM di akhir tahun, pihaknya tetap mengimbau agar SPBU dapat mengelola persediaan secara bijak. Manajemen stok yang baik dinilai sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.

“Mendekati Nataru, kebutuhan masyarakat memang meningkat. Karena itu kami berpesan kepada koordinator SPBU agar mengupayakan pengelolaan pasokan secara bijak,” jelasnya.

Ia menyebutkan, Disdagperin juga telah melakukan monitoring langsung ke sejumlah SPBU. Dalam kegiatan tersebut, SPBU diimbau untuk mengoptimalkan pelayanan dan memastikan distribusi BBM tidak tersendat.

“Kemarin kami monitoring dan mengimbau SPBU sebisa mungkin memanage stoknya. Jangan sampai tersendat karena ini menyangkut mobilitas masyarakat. Menjelang Nataru, warga pasti membutuhkan BBM. Pintar-pintarnya SPBU mengelola karena kuota tiap daerah berbeda-beda,” imbuhnya.

Terkait pembelian BBM, Indyah menegaskan bahwa tidak ada pembatasan bagi konsumen. Masyarakat diperbolehkan membeli BBM sesuai kebutuhan, dengan harapan distribusi berjalan lancar dan sesuai takaran.

“Kalau pembatasan sebenarnya tidak ada. Memang menjelang akhir tahun kuota menipis, tapi dari beberapa informasi justru ada SPBU yang mendapat tambahan dari Pertamina Region IV. Harapannya Nataru berjalan aman dan lancar tanpa kendala,” katanya.

Indyah juga menyampaikan bahwa langkah pengelolaan kuota BBM yang dilakukan sejak Oktober dan November terbukti efektif. Hingga Desember 2025, tidak ditemukan kelangkaan BBM di Kabupaten Pati.

“Di Oktober dan November kami sudah memanage agar di akhir tahun kebutuhan masyarakat tercukupi. Nyatanya di bulan Desember sesuai kuota dan tidak ada kelangkaan. SPBU mendapat jatah sesuai kesepakatan dengan Pertamina agar tidak habis sebelum Desember,” tuturnya.

Sebagai upaya pengawasan, setiap SPBU diwajibkan melaporkan penyaluran BBM bersubsidi dan non-subsidi kepada Disdagperin setiap bulan. Laporan tersebut digunakan untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

“Kami selalu koordinasi dengan koordinator SPBU. Setiap bulan ada laporan penyaluran BBM subsidi dan elpiji ke Bidang Perdagangan. Dari situ kami pantau apakah kuota masih mencukupi sampai akhir tahun, sehingga mobilitas masyarakat menjelang Nataru tetap lancar,” pungkas Indyah.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *