Dishub Pati Sidak Juru Parkir di Barat Alun-Alun, Parkir Memakan Badan Jalan

banner 728x60

PATI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap juru parkir (jukir) di sisi barat Alun-Alun Pati pada Selasa 9 Desember 2025, setelah area parkir dinilai memakan bahu jalan hingga ke badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Kabupaten Pati, Nita Agusningtyas, menjelaskan bahwa kepadatan kendaraan di kawasan Alun-Alun pada pagi hari memang kerap meningkat seiring ramainya warga yang berolahraga.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Iya, kalau pagi itu pengunjung alun-alun kan ramai ya, untuk olahraga, jogging, dan sebagainya. Biasanya parkirnya tersebar di barat, timur, dan selatan. Tapi tadi kebanyakan parkir mengumpul di sebelah timur Apotek Mardi Waras, sampai ada dua shaft ke utara,” jelas Nita.

Sidak dilakukan setelah Bupati Pati Sudewo melakukan monitoring di kawasan tersebut dan melihat langsung kondisi parkir yang dianggap sudah melewati batas bahu jalan.

“Pak Bupati melihat kondisi parkir yang dua shaft itu sudah memakan badan jalan, hampir separuh badan jalan. Beliau mengutus Dishub untuk melakukan pembinaan dan penataan di situ,” kata Nita.

Saat petugas Dishub tiba di lokasi, jumlah kendaraan sudah berkurang dan hanya tersisa satu barisan parkir. Meski begitu, pembinaan tetap diberikan kepada para jukir agar penataan kendaraan tidak kembali melebar ke tengah jalan.

“Intinya penataan parkir jangan terlalu makan badan jalan. Satu shaft ke utara saja, biar rapi. Jangan sampai jalannya terkesan tertutup karena parkir melebar,” tegasnya.

Nita juga menyoroti perilaku sebagian pengguna jasa parkir yang kerap memilih lokasi yang paling dekat dengan area tujuan, meski jukir sudah mengarahkan agar kendaraan ditata di bagian tepi jalan.

“Ada juga pengguna parkir yang maunya paling dekat dengan lokasi tujuan, sehingga justru mengganggu fungsi jalan. Kami berharap ada kerja sama antara jukir dan masyarakat agar lebih tertib,” ujarnya.

Selain Alun-Alun, Nita menyebut beberapa ruas jalan di Pati juga rawan mengalami penyempitan akibat parkir kendaraan, terutama jalan dengan kapasitas terbatas seperti Jalan Kiai Saleh dan Jalan Wahid Hasyim.

“Kadang-kadang parkir kanan-kiri di jalan yang kapasitasnya terbatas itu seringkali mengganggu arus lalu lintas. Apalagi banyak rumah makan, warung, dan PKL yang berada di tepi jalan. Orang yang berhenti membeli otomatis parkir di situ, dan itu cukup menghambat kelancaran,” ungkapnya.

Dishub Pati memastikan akan terus melakukan pemantauan dan penataan agar fungsi jalan tetap optimal serta keselamatan pengguna jalan terjaga.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *