Hujan Seharian, Banjir di Pati Meluas hingga Wilayah Selatan

Screenshot
banner 728x60

PATI – Hujan yang mengguyur Kabupaten Pati sepanjang hari pada Sabtu (10/1/2026) menyebabkan banjir di Bumi Mina Tani semakin meluas dan parah. Jika sebelumnya banjir melanda wilayah Pati bagian utara dan tengah, kini giliran wilayah Pati bagian selatan yang terdampak.

Banjir di wilayah selatan ini disebabkan meluapnya Sungai Godo yang tidak mampu menampung debit air akibat curah hujan tinggi. Akibatnya, sejumlah desa di Kecamatan Winong dan Kecamatan Tambakromo terendam banjir, di antaranya Desa Godo dan Desa Gunungpanti di Kecamatan Winong, serta Desa Sinomwidodo, Desa Angkatan Kidul, dan Desa Angkatan Lor di Kecamatan Tambakromo.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Salah seorang warga Desa Gunungpanti, Harno, menyampaikan bahwa limpasan air mulai masuk ke wilayah permukiman sekitar pukul 17.30 WIB. Debit air Sungai Godo yang meningkat menyebabkan genangan meluas ke jalan dan rumah warga, terutama di desa-desa perbatasan Kecamatan Winong dan Tambakromo.

“Di Sungai Godo-Gunungpanti airnya meluber ke sekitar. Jalan tidak bisa dilewati roda dua maupun roda empat. Airnya besar sampai masuk ke permukiman rumah,” ungkap Harno, Sabtu petang.

Ia pun mengimbau warga di Kecamatan Winong, Kecamatan Tambakromo, hingga Kecamatan Gabus untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Pesan dari saya waspada untuk warga Sinomwidodo, Angkatan Kidul, Angkatan Lor, dan juga Dukuh Paras Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sinomwidodo, Rakimin, mengungkapkan bahwa banjir telah merendam enam RT di desanya. Genangan air meliputi Dukuh Cengklik, Dukuh Ledokan, dan Dukuh Krajan, dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 70 sentimeter.

“Hujan sejak siang sampai malam ini masih lebat. Total ada enam RT yang terdampak, paling parah di Dukuh Ledokan, RT 1, RT 2, RT 3, RT 6, dan RT 7,” jelas Rakimin saat diwawancarai awak media, Sabtu malam.

Selain rumah warga yang terendam hingga masuk ke dalam ruangan, tiga tempat ibadah juga terdampak banjir. Warga bersama perangkat desa mengamankan perabot rumah tangga, peralatan elektronik, dan kendaraan ke area yang lebih aman, salah satunya di halaman masjid Desa Sinomwidodo.

“Ada rumah warga yang belum ditinggikan kemasukan air sekitar 40 sentimeter. Tiga mushola tergenang, tapi tidak sampai masuk karena bangunannya sudah ditinggikan pasca banjir bandang 2022,” terangnya.

Banjir juga menyebabkan sejumlah ruas jalan desa tergenang dan tidak dapat dilalui. Jalan penghubung Sinomwidodo–Gunungpanti serta Sinomwidodo–Angkatan Kidul tidak bisa dilewati karena ketinggian air mencapai 70 sentimeter hingga 1 meter.

“Arus lalu lintas tidak bisa dilalui. Untuk arah Karangwono atau Tambakromo masih bisa dilewati, tapi harus ekstra hati-hati,” tambahnya.

Rakimin menilai banjir ini tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga kondisi kawasan hulu Sungai Godo yang mengalami kerusakan lingkungan, khususnya kawasan hutan di Pegunungan Kendeng.

“Penyebabnya curah hujan tinggi di daerah atas aliran Sungai Godo, ditambah hutan yang gundul karena tidak ada tanaman penahan air,” bebernya.

Ia berharap adanya upaya penghijauan kembali di kawasan Pegunungan Kendeng serta normalisasi Sungai Godo secara menyeluruh, termasuk di wilayah Desa Angkatan Kidul dan Angkatan Lor.

“Harapannya ada penanaman kembali di Kendeng dan normalisasi sungai di semua titik, supaya aliran air lebih efektif,” pungkasnya.

Pemerintah Desa Sinomwidodo saat ini telah berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menjaga keamanan warga. Penanganan banjir juga dilakukan bersama relawan guna memastikan keselamatan masyarakat serta melindungi aset dan harta benda warga terdampak.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *