Kepokmas di Pati Terkendali Jelang Nataru, Kenaikan Harga Tak Signifikan

banner 728x60

PATI – Kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) atau barang pokok penting (bapokting) di Kabupaten Pati terpantau terkondisikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati memastikan harga dan pasokan masih terkendali, ditandai dengan fluktuasi harga yang relatif tidak signifikan.

Pada pekan ini, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga. Cabai rawit merah naik dari Rp 70.000 menjadi Rp 80.000 per kilogram, cabai keriting merah dari Rp 60.000 menjadi Rp 65.000 per kilogram, serta telur dari Rp 29.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Untuk kepokmas dan bapokting di Kabupaten Pati ada kenaikan-penurunan seperti biasa. Per hari ini, cabai setan (cabai rawit merah) naik Rp 10 ribu dari Rp 70 ribu. Sama seperti minggu kemarin di kisaran Rp 80 ribu sampai Rp 85 ribu. Hari Kamis kemarin cabai keriting juga naik sedikit dari Rp 60 ribu ke Rp 65 ribu,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Disdagperin Kabupaten Pati, Indyah Tri Astuti, Jumat (19/12/2025).

Menurut Indyah, harga daging relatif aman. Kenaikan hanya terjadi pada telur pada awal pekan, namun masih dalam batas wajar. “Harga daging aman, hanya telur yang naik seribu dari Rp 29 ribu ke Rp 30 ribu. Sampai sekarang masih stabil karena konsumsi dan produksi terbatas,” tambahnya.

Sementara itu, sejumlah kepokmas lainnya terpantau stabil tanpa kenaikan, seperti beras, gula, dan minyak goreng. Bahkan, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, di antaranya bawang merah dari Rp 45.000 menjadi Rp 43.000 per kilogram, daging ayam dari Rp 40.000 menjadi Rp 38.000 per kilogram, serta daging sapi dari Rp 125.000 menjadi Rp 120.000 per kilogram.

“Bawang merah turun sedikit dari Rp 45 ribu ke Rp 43 ribu. Daging sapi turun sejak Senin dari Rp 125 ribu menjadi Rp 120 ribu, dan daging ayam juga turun dari Rp 40 ribu ke Rp 38 ribu. Saat ini semuanya masih stabil,” jelasnya.

Indyah menuturkan, stabilitas harga dipengaruhi oleh konsumsi dan produksi yang terbatas. Pihaknya juga rutin melakukan pemantauan stok di pasar tradisional, distributor, hingga gudang penyimpanan untuk memastikan ketersediaan sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP).

“Setiap minggu kami pantau stok di pasar pantauan, distributor, dan gudang. Insyaallah pasokan Nataru masih mencukupi di Kabupaten Pati, tidak ada kekurangan komoditas dan distributor juga aman,” tegasnya.

Disdagperin Kabupaten Pati memastikan pasokan kepokmas di pasar tradisional dan distributor dalam kondisi aman. Pemantauan harga dan stok terus dilakukan guna mencegah gejolak di tengah masyarakat.

Meski demikian, Indyah menyebut fluktuasi harga pada momen Nataru belum terlalu berdampak signifikan. Menurutnya, perayaan Nataru tidak memberikan lonjakan kebutuhan sebesar Idul Fitri.

“Nataru ini berbeda dengan Lebaran. Kebutuhan masyarakat tidak sebesar Idul Fitri karena tidak banyak keluarga yang datang dan berkumpul di Pati. Jadi, peningkatannya tidak terlalu signifikan dan saya kira masih bisa mencukupi,” paparnya.

Namun demikian, ia mengingatkan masih ada potensi kenaikan harga pada pekan terakhir 2025, mengingat kondisi masih jauh dari musim panen serta adanya peningkatan kebutuhan menjelang akhir tahun.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *