Musim Hujan Datang Lebih Awal, BPBD Pati Imbau Warga Waspada Banjir

banner 728x60

PATI – Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan yang datang lebih awal tahun ini.

Menurutnya, BMKG sebelumnya memperkirakan musim penghujan baru akan berlangsung pada Oktober, setelah puncak kemarau di Agustus–September. Namun, faktanya hujan dengan intensitas sedang hingga deras sudah turun sejak dasarian kedua September, bahkan sempat terjadi tiga hari berturut-turut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Beberapa desa sudah terdampak, seperti jebolnya tanggul di Margoyoso, Wegil, dan Tunjungrejo. Ini sinyal bahwa musim hujan datang lebih cepat, dan masyarakat harus waspada,” ujar Martinus.

Ia menjelaskan, beberapa wilayah rawan banjir bandang di Pati antara lain Kecamatan Winong (Desa Gudo), Gunung Pati hingga Kecamatan Gabus (Desa Sinomwidodo), Kecamatan Tambakromo (Angkatan Lor dan Angkatan Kidul), serta Kecamatan Kayen (Beketel, Sumbersari, Kayen Kota, Srikaton, Pasuruan, dan Talun). Sementara di Kecamatan Sukolilo, titik rawan terdapat di Gaduduro, Poncomolio, Sridonorejo, dan Kasian.

“Wilayah tersebut sudah terbiasa menghadapi banjir. Namun meningkatkan kewaspadaan tetap penting,” tegasnya.

Untuk antisipasi, BPBD Pati telah menyiapkan logistik pangan dan non-pangan. Paket sembako seperti beras, mie instan, minyak goreng, kecap, gula, dan teh telah disediakan, serta sandbag atau karung berisi tanah/pasir untuk menahan tanggul yang jebol.

Martinus menambahkan, BPBD tidak bisa bekerja sendiri. Pihaknya terus berkoordinasi dengan OPD teknis, terutama PU Pengairan dan Balai Besar Wilayah Sungai untuk menangani tanggul jebol.

Selain itu, Dinas Sosial ikut memperkuat logistik pangan, sedangkan Dinas Kesehatan hingga Puskesmas dan rumah sakit negeri maupun swasta siap membantu jika ada warga terdampak banjir.

Meski hingga kini banjir besar yang merendam permukiman belum terjadi, genangan sudah mulai terlihat di area persawahan.

“Ini sinyal awal dari alam. Hujan singkat saja sudah bisa mengakibatkan tanggul jebol. Daya dukung alam kita semakin rendah akibat sedimentasi sungai, yang membuat badan sungai dangkal dan sempit, sehingga tidak mampu menampung aliran air hujan,” ungkapnya.

BPBD berharap masyarakat tetap siaga dan menyiapkan diri menghadapi potensi bencana banjir pada musim penghujan 2025–2026.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *