Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Desa Tambaharjo soal Pembangunan KDMP

banner 728x60

PATI – Video cekcok terkait rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, beredar luas di media sosial dan menyita perhatian publik. Peristiwa tersebut terjadi di area lapangan Desa Tambaharjo dan memunculkan anggapan adanya penolakan warga terhadap pembangunan KDMP.

Menanggapi hal itu, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tambaharjo, Yibno, menegaskan bahwa tidak ada penolakan pembangunan, melainkan hanya terjadi miskomunikasi di lapangan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Ini hanya miskomunikasi, bukan penolakan. Semua sudah dimusyawarahkan dalam Musyawarah Desa (Musdes). Semua elemen kami undang dan sudah sepakat terkait titik lokasi pembangunan KDMP,” ujar Yibno, Selasa (6/1/2026).

Yibno menegaskan pembangunan KDMP tidak merusak lapangan desa. Menurutnya, hanya sebagian kecil sisi lapangan yang terdampak, yakni sekitar dua meter dari tepi lapangan.

“Tolong digarisbawahi, ini tidak merusak lapangan. Yang kita lakukan justru menggeser dan akan membuat lapangan lebih bagus dari sebelumnya. Lapangan digeser ke arah utara sekitar 5 hingga 10 meter, dan lahannya tersedia,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan pihak desa berkomitmen membangun lapangan yang lebih representatif. Selain itu, desa juga merencanakan penataan kios dan warung di sisi kanan dan kiri KDMP untuk memaksimalkan aset desa dan menunjang Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Rencananya akan dibangun ruko atau kios yang seragam dan permanen. Pedagang yang terdampak akan diprioritaskan menempati kios baru tersebut,” imbuhnya.

Yibno juga menyebutkan bahwa sejumlah kios lama yang berdiri di atas tanah desa sebelumnya tidak memiliki izin, hak guna pakai, maupun retribusi resmi. Dari sekitar 15 kios yang ada, sebagian besar sudah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya.

Senada dengan itu, Kepala Dusun Beran, Desa Tambaharjo, Sulono, menjelaskan bahwa cekcok bermula dari keberatan salah satu pemilik kios yang enggan dipindahkan dan kemudian mengajak sejumlah pemuda dengan isu lapangan akan dirusak.

“Anggapan lapangan dirusak itu tidak benar. Semua sudah melalui Musdes dan ditentukan lokasinya di sini. Lapangan hanya digeser, bukan dihilangkan, dan lahannya masih sangat luas,” tegas Sulono.

Ia memastikan penataan wilayah Dukuh Beran justru bertujuan memperindah kawasan sekaligus meningkatkan perekonomian warga melalui keberadaan koperasi desa.

“Penggunaan tanah lapangan hanya sekitar dua meter. Sisanya masih luas dan aman. Nanti lapangan akan ditata lebih baik dan strategis,” pungkasnya.

Pemerintah Desa Tambaharjo berharap masyarakat dapat memahami rencana pembangunan tersebut secara utuh dan tidak terpengaruh informasi yang belum lengkap di media sosial.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *