Ratusan Rumah Terendam Lumpur, Banjir Bandang Landa Bulumanis Kidul

banner 728x60

PATI – Banjir bandang menerjang Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Jumat malam. Akibat peristiwa tersebut, belasan rumah warga dilaporkan rusak berat, bahkan sebagian hanyut terbawa arus. Selain itu, lebih dari 200 rumah terendam lumpur dengan ketinggian sekitar 10 hingga 20 sentimeter.

Banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB Jumat, 9 Januari 2026 setelah hujan deras mengguyur wilayah lereng Pegunungan Muria dan Kecamatan Margoyoso. Derasnya hujan menyebabkan debit Sungai Suwatu meningkat drastis hingga tanggul sungai jebol.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Salah seorang warga Bulumanis Kidul, Slamet, menyebut tanggul Sungai Suwatu jebol dengan lebar mencapai 15 hingga 20 meter. Air bah kemudian langsung mengalir deras ke permukiman warga.

“Curah hujan sangat besar dari atas Gunung Muria. Tanggul jebol selebar kurang lebih 15 sampai 20 meter. Rumah rusak berat sekitar 10 sampai 15 rumah di dua RW, sedangkan rumah terdampak ada sekitar 150 sampai 200 rumah,” ujar Slamet, Sabtu 10 Januari 2026.

Ia menambahkan, hingga saat ini bantuan logistik belum diterima warga. Meski alat berat sudah disiagakan di lokasi, proses penanganan terkendala cuaca yang masih hujan.

“Belum ada bantuan sembako karena hujan masih turun. Kami sangat khawatir jika banjir susulan terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 1 RW 2 Bulumanis Kidul, Yudha Kartika, mengatakan banjir datang secara tiba-tiba sehingga warga panik dan hanya sempat menyelamatkan diri. Air naik dengan cepat membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

“Sejak sore hujan sudah deras, lalu sekitar pukul 21.00 WIB tanggul mulai jebol sedikit demi sedikit. Puncaknya sekitar pukul 22.00 WIB air sudah sangat besar. Warga panik dan berlarian menyelamatkan diri,” jelas Yudha.

Selain merusak rumah, banjir bandang juga memutus akses jalan desa. Hingga kini, warga masih diliputi kekhawatiran karena hujan masih mengguyur dan tanggul Sungai Suwatu belum diperbaiki.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pati segera menyalurkan bantuan, terutama makanan siap saji, pakaian layak, dan kebutuhan dasar lainnya, mengingat seluruh barang milik warga rusak dan tidak dapat diselamatkan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *