Transformasi Digital Pendidikan, SDN Banjarsari 02 Manfaatkan IFP Bantuan Presiden

banner 728x60

PATI – Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan berupa monitor interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Pati. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital serta mendorong transformasi pendidikan nasional.

IFP merupakan perangkat layar sentuh interaktif berukuran 75 inci yang menggabungkan fungsi monitor, komputer, dan papan tulis digital. Perangkat ini memungkinkan guru dan siswa berinteraksi secara langsung melalui tampilan layar, sehingga dapat menggantikan peran papan tulis tradisional. Untuk menerima bantuan ini, sekolah wajib memastikan data Dapodik terbarui dan melakukan konfirmasi kesediaan melalui sistem tersebut.

Salah satu sekolah yang telah menerima bantuan IFP adalah SD Negeri Banjarsari 02, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. Perangkat tersebut telah diterima pada November 2025 dan disambut antusias oleh pihak sekolah.

Kepala SD Negeri Banjarsari 02, Tri Klorowati, mengungkapkan bahwa perangkat ini sangat bermanfaat bagi proses belajar mengajar di sekolah. Menurutnya, seluruh materi pembelajaran dari kelas 1 hingga kelas 6 bahkan hingga jenjang SMA dapat diakses melalui perangkat tersebut.

“Kalau di sekolah kami ini dapat menunjang semua kegiatan pembelajaran anak. Bahkan juga bisa digunakan untuk bermain, untuk mengasah keterampilan anak,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Jumat (28/11/2025).

Tri Klorowati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa sekolahnya mendapatkan satu unit IFP, yang penggunaannya diatur secara bergilir untuk enam jenjang kelas.

“Satu sekolah mendapatkan satu unit IFP ini. Dapat digunakan dari kelas 1 sampai 6. Kemarin ada dua orang guru yang telah diberikan bekal dalam penggunaan IFP tersebut,” jelasnya.

Penggunaan IFP di SDN Banjarsari 02 kini terjadwal untuk tiap kelas guna memastikan seluruh siswa dapat merasakan manfaatnya. Dalam praktiknya, guru dapat membuka laman Ruang Murid sebagai materi pembelajaran. Melalui platform ini, tersedia berbagai pilihan materi seperti buku bacaan digital, album lagu anak, latihan soal, hingga rapor digital.

“Setelah mendapatkan bantuan IFP ini, semoga anak-anak mampu menambah ilmu pengetahuan, menambah wawasan serta selalu memanfaatkannya sebagai media penunjang pembelajaran. Dengan demikian pembelajaran di sekolah semakin optimal,” pungkas Tri.

Pemerintah berharap kehadiran IFP dapat meningkatkan kualitas pendidikan terutama di daerah terpencil yang masih mengalami keterbatasan tenaga pendidik, melalui konten pembelajaran berkualitas dan layanan tele-education. Dengan adanya program ini, digitalisasi pendidikan di Indonesia diharapkan semakin berkembang dan menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif serta menyenangkan bagi siswa.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *