Unjuk Rasa 13 Agustus Ganti Tasyakuran, Bupati Pati Penuhi Tuntutan Warga

banner 728x60

PATI, suarakabar.co.id – Suasana adem perlahan menyelimuti Kabupaten Pati setelah pertemuan bersejarah antara Bupati H. Sudewo, S.T., M.T. dengan tokoh-tokoh masyarakat, aktivis, dan perwakilan warga yang semula merencanakan aksi unjuk rasa besar-besaran pada 13 Agustus mendatang.

Pertemuan yang digelar pada Jumat (8/8/2025) itu berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan. Salah satu tokoh sentral, Cahya Basuki alias Yayak Gundul, menyebut audiensi ini sebagai momen penting dalam merajut kembali komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Bapak Bupati hadir langsung, menyampaikan dengan terbuka soal kenaikan PBB-P2 sebesar 20 persen. Alhamdulillah, setelah berdiskusi dengan kepala dingin, disepakati untuk dibatalkan,” ujar Yayak Gundul.

Tak hanya membawa angin segar, pertemuan itu juga menjadi titik balik. Rencana aksi unjuk rasa resmi dibatalkan. Warga diminta tetap tenang dan tidak turun ke jalan.

“Tuntutan sudah dipenuhi. Tarif PBB-P2 kembali seperti tahun 2022. Maka, tidak perlu aksi turun ke jalan. Kita jaga Pati bersama,” tegas Yayak, penuh harap.

Selain soal pajak, kabar gembira juga datang dari dunia pendidikan. Sistem belajar 6 hari sekolah kembali diberlakukan oleh Bupati Sudewo, terutama demi keberlangsungan pendidikan para santri. Penyesuaian jam pelajaran pun akan disesuaikan agar tidak membebani siswa.

Momen ini juga dimanfaatkan untuk membantah tudingan yang selama ini berkembang.

“Jangan salah paham. Bupati kita itu terbuka. Mau diajak diskusi, bahkan diajak ngopi bareng. Jangan ada opini kalau beliau anti rakyat,” tambah Yayak.

Di tempat yang sama, Kang Sahal Japara turut angkat bicara. Ia menyampaikan bahwa tanggal 13 Agustus tetap akan diisi, bukan dengan unjuk rasa, melainkan dengan pesta rakyat yang damai dan penuh makna.

“Kita tetap turun, tapi bukan untuk marah-marah. Kita rayakan dengan acara pertamanan. Untuk mempererat persaudaraan dan cinta tanah air,” jelasnya.

Kang Sahal mengajak seluruh warga untuk menjaga semangat damai dan tidak mudah terpancing.

“Kita datang tanpa niat rusuh. Jangan sampai perjuangan kita ditunggangi nafsu atau diprovokasi oleh pihak-pihak yang suka kerusuhan,” tegasnya.

Bupati Sudewo pun menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya atas kedewasaan warga Pati yang tetap mengedepankan dialog.

“Saya senang bisa bertemu langsung dengan teman-teman yang membuat Pati terkenal. Ini juga berkat kerja sama dengan jajaran Polres,” ujarnya.

Kapolresta Pati, Kombes Jaka W, turut mengimbau masyarakat agar terus menjaga situasi tetap aman dan nyaman, demi kemajuan daerah.

“Kalau Pati aman, investor juga tidak ragu menanamkan modalnya. Ini penting untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Dengan suasana yang kembali adem, harapan pun menyala. Pati menunjukkan bahwa perubahan tidak harus melalui konfrontasi, tapi bisa lahir dari komunikasi. Kini, tinggal bagaimana semua elemen menjaga semangat damai itu agar tetap menyala.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *