PATI, infobaroe.com – Kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, mendapat perhatian serius dari DPRD Pati. Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, meminta seluruh pondok pesantren di Kabupaten Pati memperkuat sistem perlindungan terhadap santri.
Menurutnya, pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri untuk menimba ilmu agama, bukan justru menjadi ruang yang menimbulkan trauma.
“Keselamatan santri harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada pembiaran atau pengawasan yang lemah sehingga membuka peluang terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pesantren,” ujarnya.
Politikus PKB itu menilai kasus tersebut menjadi alarm bagi seluruh lembaga pendidikan berbasis keagamaan agar lebih serius membangun sistem pengawasan internal. Ia menegaskan, perlindungan terhadap santri bukan hanya tanggung jawab pengasuh pondok, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Bambang menambahkan, DPRD Pati juga mendorong adanya penguatan edukasi dan pendampingan bagi santri agar berani melapor jika mengalami tindakan yang menyimpang.
“Santri jangan takut bicara. Harus ada mekanisme pengaduan yang jelas dan perlindungan terhadap korban. Ini penting supaya kasus serupa tidak terus berulang,” tegasnya.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi momentum pembenahan dunia pesantren di Kabupaten Pati, tanpa menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam yang selama ini berkontribusi besar dalam pembinaan moral generasi muda.
(ADV)




