PATI, infobaroe.com – Wakil Ketua III DPRD Pati, Suwito, menyoroti pentingnya penguatan pendidikan moral dan pengawasan internal di lingkungan pondok pesantren pascakasus dugaan pelecehan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo, Tlogowungu.
Menurutnya, pesantren selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis agama yang mengedepankan akhlak dan etika. Karena itu, kasus yang melibatkan oknum pengurus pondok dinilai sangat mencederai kepercayaan masyarakat.
“Kasus ini jangan sampai merusak citra pesantren secara keseluruhan. Mayoritas pesantren tetap menjalankan pendidikan agama dengan baik dan penuh tanggung jawab,” katanya.
Suwito menegaskan, DPRD Pati mendukung langkah evaluasi di seluruh pesantren, khususnya terkait pola pembinaan santri dan pengawasan terhadap tenaga pengajar maupun pengurus pondok.
Ia juga meminta adanya penguatan komunikasi antara pengelola pondok dengan wali santri agar pengawasan terhadap perkembangan anak dapat berjalan lebih optimal.
“Santri itu titipan orang tua. Maka pengelola pesantren harus benar-benar menjaga kepercayaan tersebut dengan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat,” jelasnya.
Selain itu, Suwito menilai perlu adanya pembinaan rutin mengenai etika, kedisiplinan, dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pesantren sebagai langkah antisipasi jangka panjang.
“Pencegahan jauh lebih penting. Jangan menunggu ada korban baru kemudian bergerak. Semua elemen harus bersama-sama menjaga pesantren tetap menjadi tempat menimba ilmu yang bermartabat,” tandasnya.
(ADV)




