Wakil Ketua III DPRD Pati Minta Pesantren Bentuk Sistem Pengawasan Ketat

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – Kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, menjadi perhatian serius Wakil Ketua III DPRD Pati, Suwito. Ia meminta seluruh pondok pesantren di Kabupaten Pati segera memperkuat sistem pengawasan demi melindungi santri.

Menurut Suwito, pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga moral, keamanan, dan kenyamanan para santri selama menjalani pendidikan. Karena itu, ia menilai kasus kekerasan seksual tidak boleh dianggap sepele ataupun ditutupi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Pesantren adalah tempat mendidik akhlak dan karakter. Kalau ada kasus seperti ini harus menjadi evaluasi serius agar pengawasan terhadap santri dan pengurus lebih diperketat,” ujarnya.

Ia menilai setiap pondok pesantren perlu memiliki aturan yang jelas terkait perlindungan santri, termasuk mekanisme pengawasan terhadap aktivitas pengurus maupun pengasuh di lingkungan pondok.

Suwito juga menegaskan pentingnya keterbukaan dalam menangani kasus kekerasan seksual agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan terhadap lembaga pendidikan Islam.

“Jangan ada budaya menutup-nutupi persoalan. Kalau ada indikasi pelanggaran harus segera ditindak dan dilaporkan. Transparansi penting untuk menjaga marwah pesantren,” tegasnya.

Politikus PPP itu berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pesantren di Kabupaten Pati agar lebih disiplin dalam membangun sistem pengawasan dan perlindungan santri secara menyeluruh.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *