Joko Wahyudi Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Buang Sampah, Kali Gesik Jadi Korban

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – Tumpukan sampah yang kembali memenuhi Kali Gesik di bawah Jembatan Gesik, Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, dinilai menjadi cerminan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joko Wahyudi, menilai persoalan sampah yang terus berulang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Sampah di sungai bukan muncul dengan sendirinya. Ini menunjukkan masih ada kebiasaan membuang sampah sembarangan yang harus segera diubah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa sungai memiliki peran penting sebagai saluran drainase alami sekaligus penopang keseimbangan lingkungan. Ketika sungai dipenuhi sampah, berbagai dampak negatif akan muncul, mulai dari pencemaran hingga ancaman bencana.

Menurut Joko, edukasi lingkungan harus terus dilakukan secara berkelanjutan mulai dari tingkat keluarga, sekolah, hingga masyarakat umum. Kesadaran menjaga kebersihan tidak bisa dibangun secara instan, tetapi membutuhkan komitmen bersama.

“Kita sering menuntut pemerintah bertindak cepat, tetapi masyarakat juga harus ikut bertanggung jawab. Jangan sampai sungai dibersihkan hari ini, besok sudah penuh sampah lagi karena perilaku yang tidak berubah,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah desa bersama tokoh masyarakat dapat lebih aktif mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, persoalan sampah di sungai diyakini dapat ditekan secara signifikan.

“Kalau kesadaran lingkungan tumbuh, kita bukan hanya menjaga sungai tetap bersih, tetapi juga mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *