Isu Suksesi Kepemimpinan di RSUD Soewondo, DPRD Pati Minta Manajemen Tetap Solid

banner 728x60

PATI – Kabar mengenai mundurnya dr. Rini Susilowati dari jabatan Direktur RSUD RAA Soewondo Pati memicu perhatian mendalam terkait stabilitas manajemen internal rumah sakit terbesar milik daerah tersebut. Menanggapi hal ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berencana segera melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati guna memantau perkembangan situasi struktural.

Langkah ini diambil demi menjaga soliditas internal dan mencegah terjadinya guncangan manajerial di lingkungan rumah sakit. Pihak legislatif menilai bahwa posisi direktur merupakan motor penggerak utama dalam menentukan arah kebijakan pelayanan dan operasional harian yang melibatkan ratusan tenaga medis.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menegaskan hingga saat ini pihaknya masih mengedepankan asas praduga tak bersalah karena belum melihat adanya bukti dokumen hitam di atas putih yang masuk ke meja pimpinan dewan.

“Untuk surat pengunduran diri Direktur RSUD Soewondo saya belum tahu, jujur saja saya belum tahu,” kata Ali saat dimintai keterangan mengenai status kepemimpinan rumah sakit tersebut.

Ali menjelaskan, jika isu tersebut benar-benar terealisasi, maka penunjukan pelaksana tugas (Plt) atau pejabat definitif yang baru harus segera dipersiapkan oleh pemangku kebijakan. Proses peralihan kekuasaan secara birokrasi wajib mengikuti koridor hukum dengan menyampaikan dokumen formal ke kepala daerah dan dewan.

“Apabila betul-betul mundur, DPRD akan menanyakan langsung ke Plt Bupati Pati,” tuturnya menegaskan kesiapan legislatif dalam mengawal proses transisi kepemimpinan.

Ia memandang, keterbukaan dari jajaran eksekutif mengenai kondisi riil di RSUD Soewondo sangat diperlukan agar roda organisasi di rumah sakit tidak tersendat. Menurutnya, manajemen konflik yang baik dari Pemkab Pati akan menentukan seberapa cepat publik mendapatkan kepastian di tengah maraknya desas-desus.

Ali juga menekankan bahwa siapa pun yang nantinya memimpin RSUD RAA Soewondo, prioritas utama yang tidak boleh ditawar adalah kepuasan masyarakat yang berobat. Manajemen tidak boleh terdistraksi oleh urusan politik jabatan.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Apa pun keputusan nantinya, yang paling utama adalah pelayanan kepada masyarakat tetap optimal dan tidak mengalami hambatan,” tegas Ali.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *