MBG Dinilai Bisa Buka Pasar Baru, Ali Badrudin Dorong Produk Peternak Pati Diprioritaskan

banner 728x60

PATI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki peluang besar untuk ikut menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Pati. Salah satunya melalui penyerapan hasil produksi peternak ayam lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur MBG.

Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengatakan keberadaan program tersebut semestinya tidak hanya dilihat dari sisi pemenuhan kebutuhan makanan bergizi, tetapi juga sebagai peluang memperkuat rantai ekonomi masyarakat daerah.

Hal itu disampaikan Ali setelah menerima aspirasi dari Asosiasi Peternak Ayam Pati yang mengeluhkan belum maksimalnya penyerapan hasil produksi ayam lokal oleh dapur MBG.

Menurut Ali, persoalan tersebut perlu dibahas secara menyeluruh karena menyangkut keberlangsungan usaha peternak yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Pati.

“Program MBG ini memiliki kebutuhan bahan pangan yang cukup besar. Karena itu, kami berharap ada ruang yang lebih luas bagi hasil produksi peternak lokal untuk masuk dalam rantai pasok program tersebut,” kata Ali.

Ia menilai semakin banyak produk lokal yang terserap, maka perputaran ekonomi yang ditimbulkan juga akan semakin besar. Tidak hanya peternak, tetapi sektor lain yang berkaitan dengan produksi dan distribusi juga berpotensi ikut mendapatkan manfaat.

Ali mengatakan DPRD Pati akan berupaya menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak terkait. Menurutnya, diperlukan mekanisme yang mampu mempertemukan kebutuhan dapur MBG dengan kemampuan produksi peternak.

“Yang perlu kita dorong adalah bagaimana kebutuhan MBG dan produksi peternak bisa dipertemukan. Jangan sampai di satu sisi peternak memiliki hasil produksi, sementara di sisi lain program memiliki kebutuhan bahan pangan, tetapi belum terhubung secara optimal,” ujarnya.

Selain itu, Ali berharap pemerintah daerah dapat turut mengambil peran dalam memperkuat komunikasi antara peternak dengan pengelola dapur MBG.

“Kalau komunikasinya dibangun dengan baik, persoalan seperti kapasitas, kebutuhan, jadwal pengiriman maupun standar bahan pangan bisa dibicarakan bersama. Dari situ nantinya bisa ditemukan pola yang paling memungkinkan,” jelasnya.

Ali menegaskan DPRD akan tetap mengawal aspirasi tersebut sesuai dengan kewenangannya. Ia berharap keberadaan MBG dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Pati.

“Jangan hanya penerima manfaat MBG yang kita pikirkan. Masyarakat yang berada di belakang proses penyediaan bahan pangannya juga harus mendapatkan manfaat,” pungkasnya.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *