PATI – Upaya meningkatkan daya saing garam rakyat di Kabupaten Pati terus menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pati. Selain memperkuat perlindungan terhadap petani garam, dewan juga mendorong penerapan teknologi produksi yang lebih modern agar kualitas garam lokal mampu memenuhi kebutuhan industri nasional.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, menilai potensi tambak garam di wilayah pesisir Pati sangat besar dan perlu didukung dengan inovasi teknologi. Menurutnya, peningkatan kualitas produksi akan membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk untuk sektor industri yang membutuhkan garam dengan standar mutu tinggi.
“Potensi garam di Kabupaten Pati sangat menjanjikan. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah meningkatkan kualitas produksinya agar mampu bersaing dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi di pasar,” ujar Yeti.
Ia menjelaskan, penggunaan teknologi produksi seperti metode berbasis geomembran dinilai mampu menghasilkan garam dengan kualitas yang lebih baik, lebih bersih, dan memiliki kadar garam yang lebih stabil dibandingkan metode konvensional. Dengan kualitas tersebut, peluang garam lokal untuk masuk ke berbagai sektor industri akan semakin terbuka.
Menurut Yeti, regulasi yang sedang disiapkan DPRD tidak hanya bertujuan memberikan perlindungan terhadap petani garam dari sisi harga, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan program pembinaan, pelatihan, dan pendampingan teknologi secara berkelanjutan.
“Kami ingin petani garam tidak hanya memperoleh kepastian usaha, tetapi juga memiliki kemampuan memproduksi garam yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, kesejahteraan mereka dapat meningkat seiring bertambahnya nilai jual produk,” jelas politisi Partai Gerindra tersebut.
Ia menambahkan bahwa pengembangan sumber daya manusia di sektor pergaraman harus berjalan beriringan dengan penyediaan sarana produksi yang memadai. Pendampingan kepada petani dinilai menjadi langkah penting agar inovasi teknologi benar-benar dapat diterapkan di lapangan.
Selain itu, Yeti berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan kelompok petani garam terus diperkuat sehingga tercipta ekosistem usaha yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar bagi garam produksi Kabupaten Pati.
Sebagai Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Yeti menegaskan pihaknya akan terus mengawal pembahasan regulasi terkait pergaraman agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir. Ia berharap kehadiran perda tersebut dapat menjadi landasan dalam mendorong modernisasi sektor garam, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat kesejahteraan petani garam di Kabupaten Pati.
(ADV)




