PATI – Langkah percepatan Kabupaten Pati untuk tampil sebagai salah satu pilar utama ekonomi Jawa Tengah memerlukan keberanian dalam merumuskan arah kebijakan. Potensi besar sektor perikanan di kawasan Juwana diyakini menjadi pendorong utama untuk menggerakkan perekonomian daerah ke level makro nasional hingga menembus rantai pasok global.
Meski komoditas kelautan asal Juwana sudah dipasarkan ke berbagai negara di Asia dan Eropa, perolehan nilai tambah ekonominya dinilai belum optimal. Pasalnya, mayoritas komoditas masih dikirim sebagai bahan baku mentah ke luar daerah tanpa melalui proses pengolahan atau pengalengan di wilayah Pati sendiri.
Menanggapi tantangan ini, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto, mendesak pemerintah daerah agar bergerak lebih lincah dan responsif. Pemkab diminta aktif menggaet para investor di bidang pengolahan hasil laut guna mendirikan pabrik dan pusat industri di Juwana.
“Perikanan Juwana sudah saatnya naik kelas—tidak sekadar menopang penghidupan masyarakat pesisir, melainkan wajib menjadi pilar utama penggerak ekonomi Pati secara keseluruhan,” ujar Sudi.
Ia menjelaskan bahwa optimalisasi sektor hilirisasi akan mengatrol nilai jual produk perikanan secara melipat. Dampak lanjutannya adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pos pajak industri dan retribusi, yang hasilnya dapat dialokasikan kembali untuk pembangunan sarana publik.
“Komisi B siap menjamin kemudahan izin dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha yang punya komitmen kuat mengangkat taraf hidup nelayan serta membangun Juwana sebagai kawasan maritim modern,” tegasnya.
(ADDV)




