Tekan Ketergantungan Impor, DPRD Pati Ajak Stakeholder Bersatu Kembangkan Sektor Tebu

banner 728x60

PATI – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Sulistio, menilai Kabupaten Pati memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam mendukung program swasembada gula nasional. Menurutnya, potensi perkebunan tebu yang dimiliki daerah perlu terus dikembangkan agar mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap gula impor.

Eko Sulistio mengatakan peningkatan produksi tebu tidak dapat dibebankan hanya kepada petani. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga keuangan, pelaku industri, hingga kelompok tani agar pengembangan sektor pertebuan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Pengembangan komoditas tebu membutuhkan kerja sama semua pihak. Ketika dukungan permodalan, teknologi, pendampingan, dan pemasaran berjalan seiring, produktivitas petani akan meningkat dan tujuan swasembada gula lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan bahwa Kabupaten Pati memiliki sumber daya pertanian yang cukup potensial untuk menjadi salah satu sentra produksi tebu di Jawa Tengah. Karena itu, potensi tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal melalui peningkatan kualitas budidaya dan penguatan ekosistem pertanian.

Ia menilai keberhasilan sektor pertebuan tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Mulai dari meningkatnya pendapatan petani, berkembangnya industri pengolahan, hingga terbukanya peluang usaha baru di sektor pendukung.

“Kita harus membangun sektor pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan kolaborasi yang kuat, petani akan lebih percaya diri meningkatkan produksi karena memiliki dukungan yang memadai,” katanya.

Eko Sulistio menambahkan DPRD Kabupaten Pati siap mendukung berbagai kebijakan yang berpihak pada kemajuan sektor pertanian, khususnya komoditas tebu. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah, petani, dunia usaha, dan lembaga pembiayaan menjadi modal penting untuk mempercepat pengembangan sektor tersebut.

“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki semangat yang sama untuk membangun sektor tebu di Kabupaten Pati. Jika kita bergerak bersama, bukan hanya produksi yang meningkat, tetapi kesejahteraan petani juga akan ikut terangkat dan Pati dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan gula nasional,” pungkas Eko Sulistio.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *