PATI – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Demokrat, Mukit, menilai Kabupaten Pati memiliki modal yang lengkap untuk menjadi salah satu daerah unggulan dalam pengembangan industri tebu. Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Mukit mengatakan keberhasilan suatu daerah dalam mengembangkan komoditas pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga dipengaruhi kualitas sumber daya manusia serta keberadaan industri pengolahan yang mampu menyerap hasil panen petani.
“Kalau potensi yang kita miliki dapat dikelola dengan baik, Kabupaten Pati mempunyai peluang besar menjadi salah satu daerah yang kuat dalam sektor pergulaan. Yang dibutuhkan sekarang adalah penguatan sinergi dan pengelolaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat tersebut menjelaskan bahwa petani tebu di Kabupaten Pati telah memiliki pengalaman yang panjang dalam membudidayakan tanaman tebu. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan produktivitas apabila diiringi dengan pemanfaatan teknologi pertanian dan dukungan kebijakan pemerintah.
Selain itu, Mukit menilai keberadaan industri pengolahan di daerah menjadi keuntungan tersendiri karena dapat memperpendek rantai distribusi hasil panen. Dengan demikian, petani memiliki kepastian pasar sekaligus peluang memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik.
“Kita tidak boleh berhenti pada produksi bahan baku saja. Potensi yang sudah dimiliki harus dimanfaatkan untuk memperkuat industri pengolahan sehingga manfaat ekonominya semakin besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Mukit menambahkan pemerintah daerah perlu terus memberikan perhatian terhadap peningkatan infrastruktur pertanian, kemudahan akses permodalan, serta pembinaan kepada petani agar sektor pertebuan di Kabupaten Pati semakin berkembang dan memiliki daya saing.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat membangun kolaborasi yang kuat sehingga potensi besar yang dimiliki Kabupaten Pati mampu dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan perekonomian daerah.
“Saya optimistis Kabupaten Pati memiliki semua potensi untuk menjadi sentra tebu yang maju. Tinggal bagaimana seluruh pihak menjaga komitmen, memperkuat kerja sama, dan terus meningkatkan kualitas produksi agar sektor ini benar-benar menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat,” pungkas Mukit.
(ADV)




