PATI, infobaroe.com – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Danu Ikhsan HC, menilai penanganan jalan rusak sebaiknya dilakukan sejak kerusakan masih dalam skala ringan. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menjaga kualitas infrastruktur, tetapi juga mampu menghemat belanja pemerintah daerah.
Danu mengatakan, kerusakan kecil yang dibiarkan terlalu lama akan berkembang menjadi kerusakan berat sehingga membutuhkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar. Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat anggaran pemeliharaan rutin agar dapat bertindak lebih cepat.
“Pemeliharaan jalan harus menjadi budaya kerja pemerintah. Jangan menunggu lubang semakin besar baru diperbaiki, karena justru akan menghabiskan anggaran yang lebih banyak. Penanganan dini jauh lebih efektif,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan jalan yang baik akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari kelancaran transportasi, distribusi hasil pertanian, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat desa maupun kota.
Menurut Danu, masyarakat juga akan merasakan manfaat langsung apabila pemerintah memiliki sistem pemeliharaan yang responsif.
“Harapan masyarakat sebenarnya sederhana, jalan tetap nyaman dilalui sepanjang tahun. Karena itu, pemerintah perlu memiliki anggaran yang cukup agar setiap kerusakan bisa segera ditangani tanpa harus menunggu kondisinya memburuk,” jelasnya.
Ia berharap penyusunan APBD Tahun 2027 memberikan perhatian lebih terhadap program pemeliharaan jalan sehingga kualitas infrastruktur di Kabupaten Pati terus meningkat.
(ADV)




