Warga Keluhkan Jalan Ngablak-Gesengan Rusak, DPRD Pati Desak Penanganan

banner 728x60

PATI — Mobilitas masyarakat di wilayah Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, terganggu akibat kerusakan jalan penghubung Desa Ngablak menuju Desa Gesengan. Ruas sepanjang sekitar 300 meter itu kini dipenuhi lubang dan permukaan jalan yang tidak lagi nyaman dilalui.

Kerusakan terlihat dari lapisan aspal yang banyak terkelupas serta badan jalan yang bergelombang. Kondisi tersebut membuat kendaraan harus melaju pelan agar tidak terperosok, terutama pada bagian jalan dengan lubang cukup dalam.

Anggota DPRD Pati, Yoga, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah cukup lama menjadi keluhan masyarakat. Ia menilai perbaikan perlu segera dilakukan karena jalur tersebut memiliki fungsi penting bagi warga di sejumlah desa.

“Keluhan masyarakat terkait jalan ini sudah lama. Kondisinya memang membutuhkan penanganan karena setiap hari digunakan warga untuk berbagai aktivitas,” kata Yoga.

Menurutnya, akses Ngablak-Gesengan tidak sekadar menjadi jalan penghubung antardesa. Jalur tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk menuju pasar, sekolah, kantor kecamatan, serta membawa hasil pertanian dari wilayah setempat.

Padatnya aktivitas kendaraan di ruas tersebut membuat kerusakan jalan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Yoga bahkan menyebut kondisi jalan telah menimbulkan kecelakaan.

“Pernah ada mobil yang terguling akibat kondisi jalan. Ini menunjukkan bahwa kerusakan tersebut sudah masuk kategori membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah melalui DPUTR Pati segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan. Menurut Yoga, perbaikan sementara dapat dilakukan terlebih dahulu pada bagian yang paling rusak sambil menunggu penanganan secara permanen.

“Kalau belum bisa langsung diperbaiki seluruhnya, setidaknya titik yang paling membahayakan ditangani terlebih dahulu. Jangan sampai masyarakat terus menghadapi risiko saat menggunakan jalan tersebut,” tegasnya.

Yoga mengatakan pihaknya telah menyampaikan usulan perbaikan kepada pemerintah daerah. Namun, realisasi di lapangan hingga kini masih dinantikan masyarakat.

Selain faktor keselamatan, kondisi jalan juga dinilai berpotensi semakin memburuk ketika memasuki musim penghujan. Lubang yang tergenang air akan lebih sulit terlihat dan berpotensi semakin dalam akibat terus tergerus.

“Justru sebelum musim hujan datang harus sudah ada langkah. Kalau dibiarkan, air bisa masuk ke lubang dan kerusakan semakin melebar,” jelasnya.

Ia berharap DPUTR tidak menunggu kondisi jalan semakin parah untuk melakukan tindakan. Perbaikan ruas sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran transportasi sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

“Warga membutuhkan jalan yang aman untuk bekerja, sekolah dan mengangkut hasil pertanian. Karena itu, kami mendorong agar perbaikannya segera direalisasikan,” pungkas Yoga.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *