DPRD Pati Minta Efisiensi Anggaran Tak Kurangi Mutu Pendidikan

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – Penyesuaian anggaran pendidikan dalam Perubahan KUA-PPAS 2026 mendapat perhatian DPRD Kabupaten Pati. Pengurangan alokasi dinilai perlu dilakukan secara selektif agar tidak berdampak pada program yang berhubungan langsung dengan peningkatan kualitas pembelajaran.

Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi Demokrat, Eko Kuswanto, mengatakan efisiensi anggaran harus tetap mempertimbangkan kebutuhan pendidikan di lapangan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga ketepatan penggunaannya.

Ia mengingatkan agar program peningkatan mutu pembelajaran tidak menjadi sasaran utama ketika dilakukan penyesuaian anggaran. Sebab, dampak dari investasi pendidikan menurutnya baru dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Efisiensi memang diperlukan, tetapi jangan sampai mengurangi substansi program pendidikan. Peningkatan kualitas pembelajaran harus tetap dijaga karena menyangkut masa depan peserta didik,” ujar Eko.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memilah kembali program yang memiliki tingkat urgensi tinggi dan memberikan manfaat langsung bagi sekolah maupun siswa. Penghematan dapat diarahkan pada belanja yang masih memungkinkan ditunda atau disusun dengan pola yang lebih efektif.

Eko juga menekankan bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik sekolah. Kualitas tenaga pendidik, metode belajar, serta pengembangan potensi siswa juga menjadi bagian penting yang harus dipertahankan.

“Fasilitas sekolah penting, tetapi kualitas guru dan proses pembelajarannya juga tidak boleh dikesampingkan. Keduanya harus berjalan beriringan,” katanya.

Ia berharap evaluasi terhadap Perubahan KUA-PPAS 2026 dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pendidikan pada tahun berikutnya. Apalagi, DPRD Pati mulai membahas arah kebijakan anggaran untuk 2027.

Menurut Eko, penyusunan anggaran mendatang harus lebih banyak mengacu pada kebutuhan nyata sekolah. Pemetaan persoalan di lapangan diperlukan agar program yang mendapatkan dukungan anggaran benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa anggaran yang dibelanjakan, tetapi apa dampaknya terhadap kualitas pendidikan dan peserta didik,” tandasnya.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *