PATI, infobaroe.com — Hasil akhir dalam sebuah pertandingan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kompetisi. Ada pihak yang meraih kemenangan, sementara lainnya harus menerima kekalahan. Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Sulistio, mengingatkan agar perbedaan hasil tersebut tidak sampai merusak hubungan antarpemain, suporter maupun masyarakat.
Menurut Eko, kemampuan menerima hasil pertandingan dengan dewasa merupakan salah satu bentuk sportivitas yang perlu terus ditanamkan. Persaingan di arena seharusnya tetap berjalan dalam suasana saling menghormati.
“Dalam pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Itu bagian dari kompetisi yang harus diterima. Jangan sampai hasil pertandingan yang sifatnya sementara justru menimbulkan persoalan berkepanjangan di luar lapangan,” kata Eko.
Ia meminta suporter tetap memberikan dukungan penuh kepada tim kesayangannya tanpa mengesampingkan rasa hormat terhadap lawan. Menurutnya, kemenangan akan menjadi lebih berarti ketika dirayakan secara wajar dan tidak merendahkan pihak yang kalah.
Sementara bagi tim yang belum berhasil meraih hasil terbaik, Eko mendorong agar kekalahan dijadikan bahan evaluasi. Kekecewaan, kata dia, sebaiknya tidak dilampiaskan melalui tindakan yang dapat memicu perselisihan.
“Kalau tim kita menang, rayakan sewajarnya. Kalau kalah, terima dengan lapang dada dan jadikan pengalaman untuk memperbaiki kekurangan. Jangan sampai kekecewaan dibawa ke luar arena dan kemudian berkembang menjadi pertikaian,” ujarnya.
Eko menambahkan, nilai sportivitas perlu menjadi bagian dari seluruh kompetisi olahraga, tanpa membedakan jenjang maupun cabang yang dipertandingkan. Turnamen usia junior hingga senior sama-sama memiliki peran dalam membentuk budaya olahraga yang sehat.
“Ini bukan hanya soal sepak bola atau bola voli. Cabor apa pun yang menggelar kompetisi harus membawa semangat sportivitas. Atlet, pelatih, panitia dan suporter semuanya punya peran menjaga suasana tetap kondusif,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia berharap berbagai turnamen olahraga di Kabupaten Pati dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Pertandingan seharusnya tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu, berinteraksi dan membangun kebersamaan.
“Jangan sampai kita kehilangan teman, saudara atau hubungan baik hanya karena mendukung tim yang berbeda. Setelah pertandingan selesai, kita tetap satu masyarakat. Itu yang harus menjadi semangat bersama,” pungkas Eko.
(ADV)




