Sutrisno: Seni dan Budaya Dinilai Bisa Perkuat Identitas Daerah

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – DPRD Kabupaten Pati menilai penguatan seni dan budaya memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus memperkuat identitas daerah. Kekayaan budaya lokal dinilai perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PKS, Sutrisno, mengatakan seni dan budaya merupakan bagian dari karakter sebuah daerah. Karena itu, pelestariannya tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan generasi muda.

“Seni dan budaya adalah bagian dari identitas daerah. Kalau generasi mudanya mengenal dan mencintai budaya sendiri, mereka akan memiliki rasa bangga terhadap daerahnya. Ini yang harus terus kita tumbuhkan,” ujar Sutrisno.

Menurutnya, pelaksanaan Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) menjadi salah satu contoh upaya konkret untuk mendekatkan seni dan budaya kepada pelajar. Melalui program tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus mempraktikkan berbagai bentuk kesenian dengan pendampingan para seniman.

Sutrisno menilai keterlibatan pelajar dalam kegiatan seni juga memiliki dampak positif terhadap keberlangsungan budaya lokal. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi bagian dari proses menjaga dan meneruskan kesenian kepada generasi berikutnya.

“Kalau anak-anak sejak sekolah sudah diajak mengenal seni dan budaya, mereka akan lebih mudah memahami bahwa warisan budaya ini adalah sesuatu yang harus dijaga. Mereka nantinya bisa menjadi generasi penerus yang melestarikan budaya Pati,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah terus memberikan ruang bagi seniman dan pelajar untuk berkarya. Selain melalui sekolah, kegiatan seni juga dapat dikembangkan di ruang publik sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk menikmati sekaligus mengenal budaya daerah.

Sutrisno juga mendorong agar pengembangan seni dan budaya Pati dilakukan secara kreatif mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya tidak berarti harus mengesampingkan inovasi, selama nilai dan karakter budaya lokal tetap dipertahankan.

“Budaya harus tetap berakar pada nilai lokal, tetapi cara memperkenalkannya bisa mengikuti perkembangan zaman. Kita perlu membuat seni dan budaya semakin dekat dengan anak muda agar mereka merasa bahwa budaya daerah bukan sesuatu yang kuno, melainkan bagian dari kehidupan mereka,” katanya.

Dengan penguatan pembinaan sejak sekolah serta semakin banyaknya ruang untuk berkarya, Sutrisno berharap Pati mampu memiliki generasi muda yang kreatif sekaligus memiliki pemahaman kuat terhadap identitas daerah.

“Kita ingin seni dan budaya Pati tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga bisa berkembang lebih luas. Ketika anak-anak muda menjadi pelaku utamanya, saya optimistis identitas budaya Pati akan semakin kuat dan tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” tandasnya.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *