Kekeringan Meluas, Gerakan Dropping Air Datang dari Berbagai Elemen di Pati

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – Ketika sejumlah wilayah Pati mulai merasakan keterbatasan air bersih, penanganan tidak hanya datang dari pemerintah. Sejumlah elemen ikut bergerak untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Wakil Ketua DPRD Pati Hardi menyoroti langkah Polresta Pati yang turut melakukan dropping air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi penting karena kebutuhan air bersih di lapangan tidak selalu bisa menunggu proses penanganan jangka panjang.

“Saya setelah melihat TikTok-nya Pak, Polresta Pati, ini juga melakukan dropping air bersih. Ini bagus karena kebutuhan masyarakat memang harus segera dibantu,” kata Hardi.

Ia mengatakan penanganan kekeringan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, aparat, organisasi masyarakat maupun partai politik dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

Hardi juga menyampaikan bahwa Partai Gerindra berencana ikut melakukan dropping air bersih di sejumlah wilayah yang terdampak.

“Insyaallah dari Partai Gerindra juga akan melakukan dropping air bersih. Kita ingin ikut membantu mengurangi beban masyarakat yang kekurangan air,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan semacam itu memang tidak menyelesaikan persoalan kekeringan secara permanen. Namun, untuk kondisi darurat, distribusi air menjadi langkah yang sangat penting.

Ia berharap bantuan dapat diarahkan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat sehingga daerah yang mengalami kekurangan air cukup parah mendapat perhatian lebih dahulu.

“Ini sifatnya membantu kebutuhan sekarang. Kalau masyarakat kekurangan air, tentu tidak bisa kita suruh menunggu sampai sumber air permanen dibangun. Jadi dropping tetap perlu sambil kita memikirkan solusi jangka panjang,” jelasnya.

Di sisi lain, Hardi tetap mendorong pemerintah untuk memperkuat pembangunan sumber air permanen. Menurutnya, bantuan tangki dan pembangunan infrastruktur air harus berjalan beriringan.

Dengan pola tersebut, kebutuhan masyarakat selama kondisi darurat tetap tertangani, sementara persoalan yang berulang setiap musim kemarau secara perlahan dapat dikurangi.

“Semua pihak bisa mengambil bagian. Yang penting masyarakat yang terdampak jangan sampai merasa menghadapi kekeringan sendirian,” tegas Hardi.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *