Ambulans Tanjungsekar Diminta Siaga 24 Jam untuk Layani Warga

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – Bantuan ambulans untuk Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi, diharapkan tidak berhenti sebatas penyediaan kendaraan. DPRD Kabupaten Pati meminta fasilitas tersebut didukung sistem pengelolaan yang jelas agar dapat memberikan pelayanan cepat ketika warga membutuhkan.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengatakan layanan ambulans harus mampu menjangkau masyarakat dalam berbagai kondisi. Pasalnya, kebutuhan transportasi medis dapat muncul sewaktu-waktu tanpa mengenal waktu.

Menurutnya, kesiapan kendaraan harus berjalan beriringan dengan ketersediaan petugas yang dapat memberikan respons ketika terjadi keadaan darurat, termasuk di luar jam pelayanan pemerintahan.

“Pelayanan kesehatan tidak mengenal batas waktu. Bisa saja ada warga yang membutuhkan rujukan pada malam hari. Karena itu, pengelolaan ambulans harus dipersiapkan dengan baik,” kata Joni.

Ia meminta pemerintah desa segera menyusun tata kelola penggunaan ambulans. Masyarakat perlu mengetahui prosedur maupun kontak yang dapat dihubungi apabila membutuhkan kendaraan tersebut.

Joni menilai kejelasan mekanisme pelayanan menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat. Jangan sampai ambulans tersedia, tetapi tidak dapat segera digunakan karena tidak ada petugas atau kendala administrasi.

“Harus jelas siapa yang bertanggung jawab, ada nomor yang mudah dihubungi, dan kendaraan selalu dalam kondisi siap. Jangan baru mencari petugas ketika sudah ada warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain persoalan sumber daya manusia, kondisi kendaraan juga perlu dijaga melalui perawatan berkala. Tingginya mobilitas ambulans membuat pemeriksaan mesin, perlengkapan, hingga kelayakan kendaraan harus dilakukan secara rutin.

Di sisi lain, Joni mendorong pemerintah desa membangun koordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit. Langkah tersebut dinilai dapat membantu memperlancar proses penanganan maupun rujukan pasien.

“Ambulans ini harus menjadi bagian dari pelayanan kesehatan desa, bukan sekadar kendaraan bantuan. Kalau pengelolaannya terintegrasi, manfaatnya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, DPRD Kabupaten Pati akan terus mendorong penguatan fasilitas pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Menurutnya, dukungan terhadap sektor kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan.

Joni berharap ambulans Desa Tanjungsekar mampu menjadi fasilitas yang selalu siap digunakan sehingga warga dapat memperoleh pertolongan dan akses rujukan secara lebih cepat ketika menghadapi kondisi darurat.

(ADV)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *