Komisi A DPRD Pati Dorong Penambahan Kendaraan Suplai Air untuk Damkar

banner 728x60

PATI, infobaroe.com— Kebutuhan kendaraan suplai air untuk mendukung penanganan kebakaran mendapat perhatian Komisi A DPRD Kabupaten Pati. Pemerintah daerah didorong memasukkan kebutuhan tersebut dalam perencanaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.

Sekretaris Komisi A DPRD Pati dari Fraksi PKB, Kastomo, mengatakan pentingnya kendaraan suplai air terlihat dalam penanganan kebakaran di TPS Plosojenar, Kecamatan Jakenan.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (24/9/2026), pihaknya melihat proses pemadaman melibatkan armada dari sejumlah pos pemadam. Selain itu, BPBD Pati turut mengerahkan lima kendaraan untuk memenuhi kebutuhan suplai air di lokasi.

Menurut Kastomo, kendaraan suplai memiliki peran penting ketika kebakaran membutuhkan waktu penanganan cukup panjang dan konsumsi air dalam jumlah besar.

“Ketersediaan mobil suplai harus menjadi bagian dari perencanaan sarana pemadam kebakaran. Ketika kejadian membutuhkan air dalam jumlah besar dan berlangsung lama, kendaraan suplai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasi pemadaman,” ujarnya.

Ia menyadari penambahan armada membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, kebutuhan tersebut dinilai perlu dimasukkan dalam perencanaan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Kastomo menyebut keterbatasan anggaran pada satu tahun tertentu seharusnya tidak menghentikan pembahasan mengenai kebutuhan armada. Sebaliknya, pemerintah dapat menyiapkan perencanaan sejak awal agar pengadaannya dapat diperjuangkan pada pembahasan anggaran berikutnya.

“Kalau tahun ini belum bisa direalisasikan karena kemampuan anggaran, bukan berarti kebutuhan itu berhenti. Harus disiapkan perencanaannya sehingga bisa diperjuangkan pada pembahasan anggaran berikutnya,” katanya.

Selain jumlah armada, ia juga meminta pemerintah memperhitungkan kondisi geografis dan luas wilayah Kabupaten Pati dalam menentukan kebutuhan kendaraan suplai.

Menurutnya, kesiapan penanganan kebakaran harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk ketika proses pemadaman berlangsung lama dan membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan.

“Pati memiliki wilayah yang luas. Kesiapan armada tidak boleh hanya dihitung berdasarkan kondisi normal, tetapi juga harus memperhitungkan ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan berhari-hari,” tandasnya.

Kastomo berharap evaluasi terhadap penanganan kebakaran TPS Plosojenar dapat menjadi bahan pemerintah daerah dalam menyusun kebutuhan sarana pemadam secara lebih terukur, termasuk armada suplai air.

(ADV

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *