PATI, infobaroe.com – Komisi C DPRD Kabupaten Pati mendorong evaluasi terhadap proses perencanaan pembangunan jalan setelah menemukan adanya perbedaan kondisi antara ruas yang mendapatkan pekerjaan dengan jalan lain yang mengalami kerusakan lebih berat.
Temuan tersebut diketahui saat Komisi C melakukan sidak pembangunan jalan di Desa Nggerit, Kecamatan Cluwak.
Anggota Komisi C DPRD Pati, Warjono, mengatakan perencanaan pembangunan jalan harus diawali dengan survei yang benar-benar menggambarkan kondisi setiap ruas.
“Survei lapangan itu penting. Dari situ bisa diketahui mana jalan yang masih layak dan mana yang memang sudah membutuhkan penanganan. Jangan sampai hasil perencanaan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujar Warjono.
Ia mengatakan, pemerintah perlu memiliki data kondisi jalan yang akurat sebagai dasar menentukan program pembangunan.
Menurutnya, tanpa pemetaan yang baik, terdapat risiko pembangunan tidak menyentuh ruas yang paling membutuhkan perbaikan.
“Kalau datanya lengkap, kita bisa menentukan skala prioritas. Jalan yang rusak berat tentu harus mendapatkan perhatian sesuai tingkat urgensinya,” katanya.
Warjono juga menyoroti pentingnya koordinasi antara DPUTR dengan pemerintah desa. Menurutnya, koordinasi tersebut dapat membantu pemerintah mendapatkan informasi tambahan mengenai kondisi jalan dan kebutuhan masyarakat.
“Jangan hanya melihat dari sisi teknis, tetapi juga dengarkan pemerintah desa dan masyarakat. Mereka yang setiap hari menggunakan jalan tersebut sehingga mengetahui kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur harus dilaksanakan secara terukur mulai dari tahap survei, perencanaan, penetapan anggaran hingga pelaksanaan.
“Jangan sampai setelah pekerjaan selesai justru muncul persoalan karena masyarakat mempertanyakan kenapa ruas yang masih bagus dibangun sementara ruas yang rusak belum ditangani,” tegas Warjono.
Komisi C DPRD Pati akan menjadikan temuan tersebut sebagai bahan evaluasi dan meminta pihak terkait memberikan penjelasan mengenai dasar penentuan ruas jalan yang mendapatkan pekerjaan.
“Kita berharap ke depan perencanaan lebih matang. Setiap anggaran yang dikeluarkan harus bisa dipertanggungjawabkan manfaatnya dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
(ADV)




