PATI, infobaroe.com – Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Pati, Ulin Nuha, menyoroti pentingnya ketepatan alokasi belanja modal dalam RAPBD 2027, terutama untuk pembangunan infrastruktur yang menunjang kegiatan ekonomi masyarakat.
Dalam rancangan APBD tersebut, belanja modal direncanakan sebesar Rp197,06 miliar. Sementara itu, anggaran untuk jalan, jaringan, dan irigasi tercatat sebesar Rp89,85 miliar.
PPP menilai alokasi tersebut perlu dicermati berdasarkan kebutuhan pembangunan, kondisi infrastruktur yang ada, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Ulin Nuha berpandangan, pembangunan infrastruktur tidak semestinya hanya dinilai dari jumlah proyek yang diselesaikan. Keberadaan jalan yang layak, jaringan pendukung, dan irigasi yang berfungsi baik harus mampu menunjang produktivitas warga.
“Prioritas pembangunan perlu ditentukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Infrastruktur yang dibangun harus mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan mendukung aktivitas ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” kata Ulin Nuha.
Ia juga menilai perencanaan pembangunan perlu memperhatikan pemerataan antarwilayah. Penentuan proyek harus mempertimbangkan tingkat kerusakan, intensitas penggunaan, kebutuhan masyarakat, serta dampaknya terhadap perekonomian setempat.
Selain itu, kualitas pengerjaan dan pemeliharaan infrastruktur perlu menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah. Dengan perencanaan yang matang, anggaran pembangunan diharapkan tidak hanya menghasilkan aset fisik, tetapi juga memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Fraksi PPP berharap APBD 2027 mampu menempatkan infrastruktur sebagai salah satu pengungkit ekonomi daerah, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan usaha kecil.
(ADV)




