PATI, infobaroe.com – Pemanfaatan lahan tidak produktif di Kabupaten Pati dapat dikembangkan melalui beragam metode budidaya, termasuk pertanian organik dan hidroponik. Pilihan tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan untuk tetap menghasilkan komoditas pangan.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto, mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam mengelola ruang yang tersedia. Menurutnya, keterbatasan lahan bukan selalu menjadi penghalang untuk memulai kegiatan pertanian, selama metode yang digunakan sesuai dengan kondisi lingkungan.
“Tidak semua masyarakat memiliki sawah atau kebun yang luas. Karena itu, perlu dikenalkan pilihan budidaya yang lebih fleksibel, seperti menanam sayuran di pekarangan, menggunakan pot, maupun menerapkan hidroponik apabila sarana dan kemampuan masyarakat mendukung,” ujarnya.
Sudi menjelaskan, pertanian organik dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan budidaya dengan memanfaatkan bahan organik yang sesuai untuk memperbaiki kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Sementara itu, hidroponik memungkinkan budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media utama. Metode ini dapat diterapkan pada ruang terbatas, meskipun tetap membutuhkan pengelolaan air, nutrisi, serta peralatan yang sesuai.
Menurutnya, pemilihan metode budidaya perlu mempertimbangkan biaya awal, kemudahan perawatan, ketersediaan bahan, dan jenis tanaman yang akan dikembangkan.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menerapkan metode yang membutuhkan biaya tinggi tanpa memahami kebutuhan dan potensi hasilnya. Pelatihan serta pendampingan dari tenaga pertanian diperlukan agar masyarakat dapat memilih cara budidaya yang sesuai.
“Yang perlu dikedepankan adalah penerapan teknologi yang tepat guna. Masyarakat bisa memulai dari cara sederhana terlebih dahulu, kemudian mengembangkan metode lain apabila sudah memahami kebutuhan dan perawatannya,” tambahnya.
Sudi berharap, pengenalan beragam metode pertanian dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk memanfaatkan lahan terbatas. Dengan begitu, kegiatan bercocok tanam tidak hanya mendukung kebutuhan pangan, tetapi juga berpotensi berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif.
(ADV)




