PATI, infobaroe.com – Pengembangan sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Pati dinilai perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah produk. Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Pati, Yassin Shodiq, mendorong pemerintah daerah memasukkan program hilirisasi sebagai salah satu prioritas dalam APBD Tahun Anggaran 2027.
Menurut Yassin, besarnya potensi hasil pertanian dan perikanan di Kabupaten Pati harus diimbangi dengan pengembangan industri pengolahan. Dengan begitu, petani dan nelayan tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga memiliki peluang memperoleh keuntungan lebih besar dari produk yang telah diolah.
Dalam pandangan umum Fraksi PPP, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat memberikan kontribusi sebesar 22,37 persen terhadap perekonomian Kabupaten Pati. Adapun industri pengolahan menjadi sektor dengan sumbangan terbesar, yakni mencapai 28,81 persen.
Komposisi tersebut dinilai membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkuat keterkaitan antara sektor produksi dan industri pengolahan. Hasil pertanian maupun perikanan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi apabila didukung fasilitas produksi, teknologi, dan jaringan pemasaran yang memadai.
Yassin menegaskan, dukungan terhadap petani dan nelayan perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain mendorong peningkatan produksi, pemerintah juga perlu memfasilitasi kebutuhan pengolahan, pengemasan, sertifikasi produk, akses pembiayaan, hingga pemasaran agar hasil usaha masyarakat mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Pembangunan ekonomi harus mampu meningkatkan nilai jual produk masyarakat. Hasil pertanian dan perikanan perlu didukung agar tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya saing dan memberikan pendapatan lebih baik,” ungkap Yassin Shodiq.
Ia juga menilai program pemberdayaan ekonomi harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata para pelaku usaha. Pendampingan yang berkelanjutan diperlukan agar petani, nelayan, serta pelaku UMKM mampu mengembangkan usahanya dan memanfaatkan peluang pasar secara optimal.
Menurutnya, APBD 2027 dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara kelompok produsen, industri pengolahan, dan pelaku UMKM. Keterhubungan tersebut diharapkan menciptakan rantai usaha yang saling mendukung, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pemasaran produk akhir.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, pengembangan hilirisasi juga berpotensi memperluas kesempatan kerja dan mendorong tumbuhnya usaha baru di daerah. Karena itu, perencanaan anggaran perlu memberikan perhatian pada program-program produktif yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Fraksi PPP berharap kebijakan hilirisasi pertanian dan perikanan dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian Kabupaten Pati. Melalui dukungan anggaran yang tepat, potensi sumber daya lokal diharapkan tidak hanya menghasilkan produksi yang besar, tetapi juga memberikan nilai tambah dan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat.
(ADV)




