PATI, infobaroe.com – Rencana uji coba layanan antar jemput sekolah bagi pelajar SMP di Kabupaten Pati mendapat dukungan dari DPRD Pati. Program yang digagas Dinas Perhubungan tersebut dinilai menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pelajar terhadap sepeda motor.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Pati, Samsi, mengatakan keberadaan transportasi sekolah sangat penting mengingat masih banyak siswa yang berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi meski belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Menurutnya, program antar jemput tidak hanya bertujuan mengurangi pelanggaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan keselamatan pelajar selama perjalanan menuju sekolah.
“Ini langkah yang baik karena dapat memberikan alternatif transportasi yang lebih aman bagi siswa. Selama ini masih banyak pelajar yang berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor sendiri,” ujar Samsi.
Ia menjelaskan, Dinas Perhubungan Kabupaten Pati saat ini tengah menyiapkan skema uji coba layanan antar jemput yang akan difokuskan untuk sejumlah SMP negeri. DPRD, kata dia, siap mengawal proses perencanaan agar program tersebut dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Samsi menilai sejumlah aspek harus dipersiapkan secara matang, mulai dari penentuan rute, jumlah armada yang dibutuhkan, jadwal operasional, hingga mekanisme pengawasan.
Karena itu, Komisi C DPRD Pati akan meminta paparan lengkap dari pihak terkait mengenai rancangan teknis program tersebut.
“Kami ingin mengetahui konsepnya secara menyeluruh, termasuk kendala yang dihadapi dan kebutuhan pendanaannya. Jika memang program ini baik untuk masyarakat, tentu akan kami dorong,” katanya.
Ia berharap program tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan pelajar sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas di Kabupaten Pati.
(ADV)




