PATI, infobaroe.com — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk semakin mandiri secara ekonomi.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Wisnu Wijayanto, mengatakan kemandirian ekonomi menjadi salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan.
“Kalau dulu para pahlawan berjuang agar bangsa ini merdeka, sekarang tugas kita adalah membangun kemandirian. Masyarakat harus memiliki kesempatan untuk bekerja, berusaha dan meningkatkan taraf hidup,” ujar Wisnu.
Ia mengatakan sektor ekonomi lokal harus terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing.
Menurutnya, UMKM, perdagangan, pertanian dan berbagai usaha berbasis potensi lokal memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
“Pati punya banyak potensi. Tinggal bagaimana potensi tersebut dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas,” katanya.
Wisnu juga meminta pemerintah terus menciptakan iklim usaha yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang.
Ia berharap momentum HUT RI ke-81 dapat membangkitkan optimisme masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Kemerdekaan harus melahirkan keberanian untuk maju. Mari kita bangun ekonomi dari daerah, mulai dari usaha masyarakat sendiri,” pungkasnya.
7. Yassin Shodiq: Pedagang dan Pelaku UMKM Perlu Terus Diperkuat
PATI — Peran pelaku usaha kecil dan pedagang dalam menggerakkan perekonomian masyarakat menjadi perhatian dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Yassin Shodiq, mengatakan sektor ekonomi kerakyatan harus mendapat ruang yang lebih besar dalam pembangunan daerah.
“Di balik aktivitas ekonomi sehari-hari ada banyak keluarga yang menggantungkan penghasilan dari usaha kecil. Karena itu, keberadaan mereka harus diperkuat, bukan hanya saat momentum tertentu,” ujar Yassin.
Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, baik berupa peningkatan kapasitas, akses permodalan, pemasaran maupun pendampingan.
Ia juga mendorong masyarakat untuk lebih mencintai dan menggunakan produk lokal. Langkah tersebut dinilai dapat membantu memperluas pasar bagi pelaku usaha di daerah.
“Kalau produk lokal kita beli dan kita promosikan, maka uang akan terus berputar di daerah. Dampaknya bisa dirasakan oleh banyak masyarakat,” jelasnya.
Yassin menilai semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui keberpihakan terhadap ekonomi masyarakat kecil.
Ia berharap pelaku UMKM dan pedagang di Pati semakin berkembang serta mampu beradaptasi dengan perubahan pola perdagangan dan teknologi digital.
“Semoga para pelaku usaha semakin kuat, semakin kreatif dan bisa naik kelas. Ekonomi masyarakat yang kuat adalah fondasi bagi Pati yang sejahtera,” pungkasnya.
8. Sadikin: Gotong Royong Harus Tetap Menjadi Karakter Masyarakat Pati
PATI — Semangat gotong royong dinilai menjadi salah satu nilai penting yang perlu dipertahankan masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PKS, Sadikin, mengatakan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak kehilangan semangat kebersamaan.
“Gotong royong adalah warisan yang sangat berharga. Di tengah kehidupan yang semakin individual, nilai kebersamaan seperti ini justru harus semakin kita kuatkan,” ujar Sadikin.
Menurutnya, persoalan pembangunan di tingkat masyarakat akan lebih mudah diselesaikan apabila warga memiliki kepedulian dan kemauan untuk saling membantu.
Ia menilai kegiatan sosial di lingkungan desa, kerja bakti hingga berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan merupakan contoh sederhana yang mampu menjaga hubungan antarwarga.
“Jangan melihat gotong royong hanya sebagai kegiatan kerja bakti. Semangatnya adalah bagaimana kita peduli terhadap kondisi orang lain dan mau mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan bersama,” jelasnya.
Sadikin juga mengajak masyarakat menjaga suasana Pati tetap damai dan saling menghormati. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang harus disikapi dengan dewasa.
“Kalau persatuan terjaga, pembangunan akan lebih mudah dilakukan. Pemerintah dan masyarakat bisa berjalan bersama untuk mencapai tujuan yang sama,” tuturnya.
Ia berharap HUT RI ke-81 menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menumbuhkan optimisme masyarakat.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita rawat persatuan, hidupkan kembali semangat gotong royong dan bersama-sama membangun Pati yang lebih baik,” pungkas Sadikin.




