PATI, infobaroe.com – DPRD Kabupaten Pati menyoroti pengelolaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, meminta besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah dapat diwujudkan dalam bentuk makanan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan gizi penerima manfaat.
Hardi mengatakan, munculnya keluhan masyarakat mengenai menu MBG yang dinilai belum sebanding dengan anggaran yang tersedia perlu menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, penggunaan anggaran dalam program tersebut harus dilakukan secara efektif agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Anggaran yang tersedia harus dikelola dengan baik. Jangan sampai besarnya anggaran tidak tercermin dari kualitas makanan yang diterima anak-anak,” ujar Hardi.
Ia mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperbaiki pengelolaan program mulai dari tahap pengadaan bahan pangan, perencanaan menu hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
Menurut Hardi, efisiensi dalam penggunaan anggaran memang diperlukan. Namun, efisiensi tersebut tidak boleh mengurangi kualitas bahan makanan, porsi maupun kandungan gizi yang menjadi tujuan utama program MBG.
Selain pengelolaan, ia menilai pengawasan terhadap seluruh tahapan program juga harus diperkuat. Pengawasan diperlukan untuk memastikan anggaran digunakan sesuai peruntukan sekaligus mencegah terjadinya pemborosan maupun penggunaan anggaran yang tidak memberikan hasil optimal.
“Prinsipnya sederhana, anggaran harus menghasilkan makanan yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Jadi bukan hanya persoalan berapa anggaran yang terserap, tetapi apa manfaat yang dihasilkan,” jelasnya.
Hardi menegaskan DPRD Pati akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di daerah. Pengawasan tersebut diharapkan dapat memastikan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga meminta evaluasi dilakukan secara berkala. Setiap kekurangan yang ditemukan di lapangan, kata Hardi, harus segera ditindaklanjuti agar kualitas program semakin baik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan MBG tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat secara tepat, aman, dan berkualitas.
(ADV)




