Layanan Kateterisasi Jantung RSUD Soewondo Pati Segera Diupayakan Masuk JKN

banner 728x60

PATI, infobaroe.com – Keterbatasan akses penanganan penyakit jantung di Kabupaten Pati mulai diupayakan untuk diatasi. RSUD RAA Soewondo tengah mempersiapkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar tindakan kateterisasi jantung melalui fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab) dapat dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Apabila kerja sama tersebut terealisasi, masyarakat Pati yang membutuhkan tindakan kateterisasi jantung memiliki kesempatan memperoleh pelayanan di daerah sendiri. Selama ini, pasien dengan kondisi tertentu masih harus menjalani rujukan ke rumah sakit di luar wilayah Kabupaten Pati.

Persiapan menuju kerja sama itu ditandai dengan kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra ke RSUD RAA Soewondo, Kamis (29/10/2026). Penandatanganan kesepakatan ditargetkan berlangsung pada 17 November 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra menegaskan bahwa pengembangan fasilitas kesehatan harus diikuti dengan kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan Cath Lab akan memberikan manfaat besar, terutama bagi pasien yang membutuhkan tindakan jantung dalam situasi darurat.

Ia menerangkan, peralatan Cath Lab di RSUD RAA Soewondo merupakan hasil pengadaan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023. Selain fasilitas medis, rumah sakit juga telah menyiapkan dokter spesialis jantung untuk mendukung pelayanan.

Karena itu, Pemkab Pati mendorong agar fasilitas tersebut segera dapat dimanfaatkan oleh peserta BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat tidak terbebani biaya pengobatan yang besar maupun perjalanan ke luar daerah.

“Tujuannya bukan semata menghadirkan teknologi medis, melainkan memastikan masyarakat mendapat layanan jantung yang aman, bermutu, terjangkau, dan dekat dengan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Kebutuhan layanan tersebut bukan tanpa alasan. Data sepanjang 2024 menunjukkan terdapat 1.318 kasus sindrom koroner akut yang ditangani enam rumah sakit di Kabupaten Pati. Dari jumlah tersebut, 308 kasus merupakan STEMI, yaitu serangan jantung yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin.

Kondisi ini menjadi perhatian karena pasien dengan serangan jantung berisiko mengalami komplikasi serius apabila terlambat memperoleh tindakan medis. Jarak menuju rumah sakit rujukan menjadi salah satu tantangan yang perlu diminimalkan.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyatakan bahwa realisasi kerja sama masih bergantung pada hasil pemeriksaan kesiapan pelayanan di rumah sakit.

BPJS Kesehatan akan memastikan seluruh komponen pendukung telah memenuhi persyaratan, mulai dari kelayakan peralatan hingga ketersediaan dokter dan perawat yang memiliki keahlian di bidang jantung intervensi.

Setelah layanan resmi masuk dalam kerja sama, pelaksanaannya akan dipantau melalui evaluasi selama sekitar enam bulan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kualitas pelayanan sekaligus keberlangsungan kerja sama.

Prihati berharap, kehadiran Cath Lab di Pati nantinya dapat mengurangi kebutuhan rujukan ke sejumlah rumah sakit di Kudus dan Rembang. Termasuk mengurangi kendala ketika pasien harus dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang yang juga menghadapi keterbatasan kapasitas pelayanan, terutama tempat tidur ICU.

Dari sisi kesiapan fasilitas, Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Ahmad Husin menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit tipe B pendidikan sekaligus rujukan regional di kawasan Pantura Timur.

Berdiri sejak 1932, RSUD RAA Soewondo saat ini memiliki 330 tempat tidur untuk melayani pasien dari berbagai wilayah. Rumah sakit juga memiliki akses yang relatif cepat menuju ruang Cath Lab, dengan waktu tempuh dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) kurang dari lima menit.

Ahmad Husin menyampaikan, fasilitas kateterisasi jantung tersebut sebenarnya sudah beroperasi sejak 20 Desember 2024 untuk melayani pasien umum. Namun, pihaknya terus mengupayakan agar layanan itu dapat dijangkau pula oleh peserta JKN.

Kesiapan tenaga medis juga menjadi salah satu aspek yang telah diperhatikan. RSUD RAA Soewondo memiliki satu dokter konsultan jantung dan pembuluh darah, dua dokter spesialis jantung, serta satu dokter yang sedang menjalani pendidikan intervensi.

Selain itu, terdapat tiga perawat jantung intervensi, lima perawat kardiologi dasar, dan dua radiografer kateter yang mendukung pelaksanaan tindakan medis.

Di luar pembahasan fasilitas Cath Lab, Prihati turut menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan bagi peserta JKN. Salah satu hal yang perlu diperhatikan pemerintah daerah adalah pemutakhiran data Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Perubahan status kepesertaan maupun perpindahan segmen perlu diawasi agar masyarakat yang membutuhkan pengobatan berkelanjutan tidak kehilangan jaminan kesehatan secara tiba-tiba.

Dalam pertemuan tersebut, sekitar 14 ribu peserta disebut berpotensi terdampak perubahan segmen atau wilayah kepesertaan. Kelompok pasien penyakit kronis, khususnya yang membutuhkan terapi rutin seperti cuci darah, menjadi perhatian dalam proses pemutakhiran data.

BPJS Kesehatan juga meminta rumah sakit meningkatkan ketertiban administrasi untuk mengurangi jumlah klaim tertunda atau pending claim. Selain itu, pelayanan diharapkan mengedepankan pendekatan value-based healthcare, yaitu mengutamakan kualitas dan manfaat pengobatan yang diterima pasien.

Upaya menjaga kesehatan masyarakat sebelum jatuh sakit juga tidak luput dari perhatian. BPJS Kesehatan mendorong penguatan kegiatan promotif dan preventif melalui rencana gerakan jalan kaki setiap hari pada 2027 serta optimalisasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Dengan berbagai persiapan tersebut, kerja sama antara RSUD RAA Soewondo dan BPJS Kesehatan diharapkan segera terwujud. Kehadiran layanan Cath Lab yang dijamin JKN nantinya menjadi salah satu upaya memperpendek akses pengobatan sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan jantung bagi masyarakat Kabupaten Pati.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *